Kampung Dongeng Etam Rayakan HUT ke-17 dengan Festival Anak

  • 17 Mei 2026 14:29 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kampung Dongeng Etam menggelar festival bertajuk “Merajut Cerita, Menguatkan Keluarga” di halaman TVRI Kaltim, Jalan Ery Suparjan, Sempaja, Samarinda pada Minggu, 17 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi edisi spesial dari kegiatan rutin “Pekan Ceria” yang kali ini dikemas lebih besar dan digelar di ruang terbuka dalam rangka Hari Ulang Tahun Kampung Dongeng Indonesia ke-17.

Ketua Kampung Dongeng Etam, Fitri Susilowati mengatakan, biasanya Pekan Ceria digelar dalam skala lebih kecil dan rutin setiap bulan. Namun khusus perayaan ulang tahun ke-17, kegiatan dibuat lebih meriah dengan melibatkan berbagai komunitas dan mengundang masyarakat umum.

“Kalau setiap bulan namanya Pekan Ceria. Nah, ini khusus ulang tahun yang ke-17 kita ngadainnya di luar ruang dan besar,” ujarnya, kepada rri.co.id.

Festival tersebut menghadirkan berbagai kegiatan seperti dongeng, operet, pentas seni, membaca bersama, hingga permainan tradisional. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang melibatkan anak dan orang tua agar bisa bermain dan berinteraksi bersama.

Menurut Fitri, konsep kegiatan sengaja dibuat lebih terbuka agar anak-anak leluasa bermain sekaligus menikmati suasana di luar ruangan bersama keluarga dan teman-temannya.

“Di awal pembukaannya anak sama orang tua main dulu, habis itu baru lihat pertunjukan. Jadi anak-anak enggak cuma duduk nonton,” ujarnya.

Selain hiburan, kegiatan juga diisi dengan edukasi. Misalnya, edukasi tentang lingkungan dengan menggandeng Yayasan Konservasi RASI. Anak-anak dikenalkan tentang pesut Mahakam dan berbagai informasi seputar satwa khas Kalimantan Timur.

Tak hanya itu, sejumlah komunitas lain yang berkaitan dengan anak juga ikut terlibat untuk mengisi berbagai permainan dan aktivitas selama festival berlangsung.

“Anak-anak tuh seru banget waktu main permainan tradisional. Mereka bebas bermain karena tempatnya luas dan terbuka,” ujarnya.

Ketua Kampung Dongeng Etam, Fitri Susilowati. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Fitri menyebut, antusiasme peserta yang hadir cukup tinggi. Mereka berasal dari kalangan sekolah, komunitas, hingga keluarga yang sengaja datang bersama anak-anak mereka.

Secara keseluruhan, jumlah anak yang hadir mencapai hampir 300 orang. Jika digabung dengan orang tua dan pendamping, total peserta diperkirakan mendekati 500 orang.

“Ini bukan cuma anggota Kampung Dongeng saja, tapi banyak masyarakat umum yang ikut datang dan bermain bersama,” ucapnya.

Ke depan, Kampung Dongeng Etam juga menyiapkan sejumlah agenda lanjutan seperti menyambut Hari Anak Nasional, Kaltim Expo, lomba storytelling, hingga story camp tingkat provinsi.

Melalui kegiatan tersebut, Fitri berharap anak-anak bisa lebih banyak berinteraksi secara langsung, mengenal dongeng dan cerita rakyat, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gadget.

Sebab bagi Fitri, dongeng bukan sekadar hiburan untuk anak-anak. Ia menilai, cerita yang disampaikan secara lisan dapat menjadi media pembelajaran yang lebih mudah dipahami sekaligus membentuk karakter anak sejak dini.

“Ternyata dari dongeng itu banyak anak-anak mendapatkan pembelajaran melalui tutur lisan yang bermakna. Anak-anak yang suka dongeng biasanya punya rasa percaya diri dan imajinasi yang tinggi, serta lebih peduli dengan teman-temannya,” kata dia, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....