BKKBN Kaltim Perkuat Program DASHAT untuk Cegah Stunting
- 15 Mei 2026 13:21 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Program Dapur Sehat Atasi Stunting atau DASHAT terus diperkuat oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Timur sebagai upaya menekan angka stunting. Program tersebut dijalankan melalui pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan sumber daya lokal di lingkungan Kampung KB.
Hal itu disampaikan Sub Tim Kerja Pengelolaan Kependudukan BKKBN Kaltim, Karisya Humaira, dalam kegiatan Bimtek Kampung KB dan DASHAT pada Rabu, 13 Mei 2026. Ia menjelaskan DASHAT merupakan kegiatan pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting melalui kolaborasi lintas sektor.
“Dahsyat ini merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga risiko stunting melalui sumber daya lokal yang dipadukan dengan kontribusi kemitraan lainnya,” ujarnya.
Karisya menjelaskan hingga awal 2026 jumlah DASHAT di Indonesia baru mencapai sekitar 23,02 persen dari total kelurahan yang ada. Sementara di Kalimantan Timur baru terdapat 181 Kampung KB yang memiliki DASHAT dan di Kalimantan Utara sebanyak 45 kampung.
Menurut Karisya, pendataan DASHAT tahun ini mengalami pembaruan sistem pelaporan. "Jika sebelumnya hanya berdasarkan intervensi kegiatan, kini pelaporan juga dilakukan melalui profil kepemilikan DASHAT di website Kampung KB," ujarnya.
Karisya menegaskan seluruh lokus penerima DAK BOKB wajib melaporkan profil kepemilikan DASHAT. Data tersebut nantinya menjadi dasar evaluasi pemerintah terhadap pelaksanaan program di akhir tahun.
Program DASHAT sendiri menyasar keluarga risiko stunting seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga calon pengantin. Kegiatan dimulai dari edukasi, pendampingan, pembiasaan makan bergizi, pemantauan, hingga evaluasi perubahan perilaku keluarga sasaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....