BPBD Samarinda Siapkan Langkah Antisipasi Puncak Musim Kemarau
- 15 Mei 2026 06:32 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncak pada Juli hingga September 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, serta krisis air bersih di sejumlah wilayah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait, baik di tingkat kota maupun provinsi. Koordinasi tersebut mencakup perencanaan teknis hingga kesiapan sumber daya di lapangan.
Selain itu, BPBD juga melibatkan pemadam kebakaran, relawan kebencanaan, serta Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Keterlibatan berbagai unsur ini dinilai penting agar respons terhadap potensi bencana dapat dilakukan secara cepat dan efektif.
“Kolaborasi ini penting agar langkah mitigasi dan penanganan bencana bisa dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi. Kami melibatkan seluruh unsur terkait, termasuk relawan dan kelurahan tangguh bencana, agar kesiapsiagaan masyarakat semakin kuat,” ujar Suwarso, Jumat, 15 Mei 2026.
Ia menambahkan, kesiapan tidak hanya difokuskan pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga pada upaya pencegahan sejak dini. Salah satunya melalui pemetaan wilayah rawan karhutla dan daerah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau berlangsung.
BPBD Kota Samarinda juga terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu, warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran serta menghemat penggunaan air guna mengantisipasi kemungkinan krisis air bersih.
Dengan sinergi lintas sektor tersebut, pemerintah berharap dampak bencana yang ditimbulkan selama musim kemarau dapat diminimalkan. Upaya bersama antara pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan serta ketahanan lingkungan di Kota Samarinda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....