BGTK Kaltim Dorong Calon Kepsek Perkuat Budaya Belajar Kolaboratif di Sekolah

  • 11 Mei 2026 15:01 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar Parade Webinar “Etam Kayuh Bebaya” pada Senin 11 Mei 2026. Kegiatan ini mengangkat tema implementasi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) pada satuan pendidikan.

Webinar tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah, tidak hanya dari Kalimantan Timur. Kehadiran peserta lintas wilayah menunjukkan tingginya perhatian terhadap penguatan kepemimpinan pendidikan di sekolah.

Fasilitator Pembelajaran Mendalam Kota Samarinda, Sotinsia Desi Lastsari, mengatakan tema BCKS sangat relevan dengan kebutuhan sekolah saat ini. "Peran kepala sekolah tidak lagi hanya administratif, tetapi juga menjadi penggerak budaya belajar," ujarnya.

Desi menilai implementasi BCKS diarahkan untuk memperkuat budaya sekolah dan budaya belajar yang lebih sehat. Dengan demikian, proses pembelajaran diharapkan semakin kolaboratif, inovatif, dan bermakna bagi peserta didik.

“Tema ini tentunya sangat relevan dalam upaya memperkuat budaya sekolah dan budaya belajar di lingkungan sekolah agar pembelajarannya semakin kolaboratif, inovatif, dan bermakna bagi peserta didik,” kata Desi.

Dalam webinar itu, peserta juga diajak terlibat aktif sejak awal kegiatan. Panitia meminta seluruh peserta mengisi daftar hadir, pretest, dan posttest sebagai bagian dari proses evaluasi pembelajaran sekaligus menjadi syarat untuk memperoleh sertifikat keikutsertaan.

Selain itu, daftar hadir yang diisi peserta juga menjadi dasar penilaian untuk pemberian hadiah yang telah disiapkan BGTK Provinsi Kalimantan Timur. Panitia juga mendorong peserta yang tidak mengalami kendala jaringan untuk menyalakan kamera agar suasana diskusi virtual terasa lebih interaktif dan komunikatif.

Selama kurang lebih 120 menit, para peserta mendapatkan ruang untuk mendengarkan paparan materi, berbagi pengalaman, dan menggali praktik baik dari narasumber. Sesi tanya jawab yang disiapkan pada akhir kegiatan juga menjadi wadah bagi peserta untuk mendalami persoalan nyata yang dihadapi di sekolah masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....