BGTK Kaltim Ingatkan Pentingnya Atur Penggunaan Gawai Bagi Anak
- 08 Mei 2026 13:10 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Penggunaan gawai secara sehat menjadi salah satu sorotan dalam Parade Webinar Etam Kayuh Bebaya peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026. Materi ini disampaikan sebagai bagian dari implementasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Widyaiswara BBGTK Provinsi Jawa Barat, Rini Nuraeni, menjelaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah memperkenalkan strategi 3S dalam manajemen gawai. Menurutnya, strategi itu penting diterapkan di rumah maupun di sekolah.
Strategi pertama adalah screen time atau pembatasan durasi penggunaan gawai sesuai usia anak. Rini menyebut anak di bawah dua tahun seharusnya tidak menggunakan gawai, sedangkan usia dua sampai lima tahun cukup maksimal satu jam dalam sehari.
“Kalau kurang dari dua tahun sebetulnya tidak boleh menggunakan gawai. Kemudian kalau anak-anak antara dua sampai lima tahun maka durasinya cukup satu jam saja dalam 24 jam,” ujar Rini.
Rini menambahkan, untuk anak usia di atas enam tahun hingga orang dewasa, penggunaan gawai idealnya dibatasi maksimal dua jam per hari. Menurutnya, pembatasan ini menjadi tantangan tersendiri karena penggunaan gawai kini telah menjadi bagian dari rutinitas harian.
Strategi kedua adalah screen break atau jeda penggunaan layar. Rini mengingatkan, setiap 20 menit menggunakan gawai perlu diselingi istirahat agar mata dan tubuh tidak terus-menerus terpapar layar.
“Ketika kita menggunakan gawai lebih dari 20 menit kita harus istirahat dulu. Bisa dengan peregangan atau melihat objek yang lebih jauh,” katanya.
Sementara strategi ketiga adalah screen zone. Dalam hal ini, keluarga dianjurkan menetapkan area bebas gawai seperti meja makan, kamar tidur, dan kamar mandi. Rini menilai, penerapan tiga strategi itu akan membantu membangun kebiasaan digital yang lebih sehat. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya mengajarkan etika bermedia kepada anak.
“Norma di dunia nyata itu berlaku sama di dunia maya. Ketika kita bersopan santun di dunia nyata, maka di dunia maya juga harus sama,” ujarnya pada Kamis 7 Mei 2026.
Melalui materi tersebut, webinar menegaskan pembentukan karakter anak tidak lepas dari kebiasaan digital yang sehat. Pengelolaan gawai yang tepat dinilai dapat mendukung tumbuh kembang fisik, mental, dan sosial peserta didik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....