BGTK Kaltim Dorong Implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

  • 08 Mei 2026 10:16 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Timur menggelar Parade Webinar Etam Kayuh Bebaya dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 pada Kamis 7 Mei 2026. Salah satu materi yang disorot dalam kegiatan itu adalah implementasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat atau G7 KAIH di satuan pendidikan.

Widyaiswara Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jawa Barat, Rini Nuraeni, hadir sebagai pemateri. Ia menjelaskan webinar tersebut bertujuan menyampaikan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait penerapan gerakan pembiasaan karakter di sekolah.

“Tema hari ini adalah implementasi gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Kalau disingkat G7 KAIH,” kata Rini saat membuka paparannya.

Rini menegaskan, penerapan tujuh kebiasaan itu tidak hanya ditujukan kepada peserta didik. Menurutnya, para guru, kepala sekolah, pengawas, hingga orang tua juga perlu lebih dulu menjadikan tujuh kebiasaan itu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Berdasar paparan Rini, tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Menurut Rini, yang paling penting bukan sekadar menghafal, melainkan konsisten menerapkannya.

“Utamanya pada diri kita pribadi. Sebelum mengantarkan tujuh kebiasaan ini pada anak didik kita, pada lingkungan sekolah, ya utamanya pada diri kita dulu,” ujarnya.

Dalam paparannya, Rini juga menekankan keberhasilan G7 KAIH tidak bisa dilepaskan dari dukungan tiga ekosistem utama. Ketiganya meliputi keluarga sebagai pusat pembiasaan harian, sekolah sebagai penguat program, serta masyarakat sebagai ruang aktualisasi nilai sosial.

Menurut Rini, gerakan ini juga tidak berdiri sendiri. Implementasinya dapat diintegrasikan dengan berbagai program pendidikan yang selama ini telah berjalan di satuan pendidikan.

“G7 KAIH ini tidak terpisah. Tetap bagaimana Bapak dan Ibu bisa mengintegrasikan ke dalam pembelajaran dan lingkungan sekolah,” kata Rini.

Melalui webinar ini, BGTK Kaltim berharap pemahaman terhadap pendidikan karakter tidak berhenti pada tataran konsep. Pendekatan pembiasaan dinilai menjadi salah satu langkah nyata menuju pembentukan karakter peserta didik dalam kerangka Indonesia Emas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....