Kronologi Siswa SMK di Samarinda Meninggal akibat Sepatu Kekecilan

  • 08 Mei 2026 10:05 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Seorang siswa SMK di Samarinda, Mandala Rizky, meninggal dunia setelah beberapa waktu mengeluhkan rasa sakit pada bagian kaki. Keluarga menyebut keluhan itu bermula saat korban menjalani kegiatan magang di salah satu pusat perbelanjaan di kota itu.

Ratna Sari, ibu Mandala Rizky, menuturkan Mandala baru dua hari mengikuti kegiatan magang ketika rasa sakit mulai muncul. Pada hari pertama, anaknya masih beraktivitas normal, namun pada hari kedua ia mulai mengeluh nyeri di kaki setelah menjalani pekerjaan dengan durasi berdiri yang cukup lama.

Menurut Ratna, rasa sakit tersebut diduga berkaitan dengan sepatu yang digunakan korban selama magang. Ukuran sepatu yang dinilai terlalu sempit membuat kaki Mandala terasa tidak nyaman, tetapi kondisi itu tetap dipaksakan karena ia ingin menyelesaikan masa magangnya.

“Pas hari kedua dia turun itu sudah dia rasa kakinya sakit. Karena berdiri terlalu lama, sepatunya juga sempit, memang enggak cocok ukuran kakinya dia,” ujar Ratna.

Keluhan itu disebut terus berlanjut selama sekitar setengah bulan. Mandala sempat mengeluhkan jari-jari kakinya sakit, lalu rasa nyeri menjalar dari pinggang hingga ke punggung. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman, ia bahkan meminta ibunya mencarikan bantalan atau gabus agar tetap bisa memakai sepatu tersebut.

Ratna mengatakan putranya juga sempat meminta izin agar bisa ke sekolah tanpa menggunakan sepatu. Kepada wali kelasnya, Mandala mengaku tidak kuat lagi memakai sepatu karena setiap kali digunakan, rasa sakit pada kakinya semakin terasa.

“Dia bilang, ‘Bu, bisakah Mandala kalau ke sekolah enggak pakai sepatu. Karena sepatu Mandala kekecilan, kalau dipakai kaki Mandala sakit,’” kata Ratna menirukan perkataan anaknya.

Pada malam sebelum ditemukan meninggal dunia, Ratna menyebut Mandala masih tampak sehat seperti biasa. Ia sempat makan, mengeluh lelah, lalu masuk ke kamar untuk beristirahat sambil selonjoran memanjangkan kaki.

Sebelum tidur, Mandala sempat menyampaikan kalimat yang kemudian terus diingat keluarganya. Ia meminta sang ibu agar tetap kuat jika suatu saat dirinya tidak ada, meski saat itu Ratna tidak menganggap ucapan tersebut sebagai firasat.

“Mandala bilang, ‘Kalau misalnya enggak ada, Mama harus kuat ya.’ Saya sempat tanya kenapa dia ngomong begitu, tapi setelah itu dia bilang mau tidur,” ucap Ratna pada Rabu 6 Mei 2026.

Sekitar pukul 00.30 WITA, Ratna dibangunkan oleh kakak Mandala. Saat itu korban masih terlihat seperti sedang tidur, bahkan wajahnya disebut masih tampak tersenyum. Namun ketika dicek kembali sekitar pukul 01.00 WITA, keluarga menyadari Mandala sudah tidak bernapas.

Ratna mengaku sempat tak percaya dengan apa yang dilihatnya. “Saya lihat dia masih seperti orang tidur biasa. Tapi pas saya angkat, ternyata Mandala sudah enggak ada,” tuturnya. Setelah itu, keluarga segera menghubungi kerabat dan meminta bantuan ketua RT untuk penanganan lebih lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....