FKUB Samarinda Ajak Pelajar Memahami dan Menghargai Perbedaan Agama

  • 16 Sep 2026 18:11 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Samarinda mengenalkan nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama kepada pelajar sejak usia dini. Edukasi tersebut dilakukan melalui kunjungan siswa SD Fastabiqul Khairat Samarinda ke Religi Center, Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Rabu 16 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WITA tersebut memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk melihat secara langsung berbagai miniatur rumah ibadah yang terdapat di kawasan Religi Center. Para siswa juga mendapat penjelasan mengenai keberagaman agama yang hidup berdampingan di Kota Samarinda.

Ketua FKUB Samarinda, Syaparudin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keberagaman kepada generasi muda melalui pembelajaran secara langsung. Menurutnya, pemahaman terhadap perbedaan agama perlu ditanamkan sejak dini agar pelajar terbiasa menghargai dan menghormati orang lain yang memiliki latar belakang berbeda.

“FKUB mengajak semua siswa untuk belajar memahami Samarinda yang warganya beragam agama dan sukunya, serta menghargai dan menghormati perbedaan agama,” kata Syaparudin.

Dalam kunjungan tersebut, para pelajar berinteraksi dengan para pemimpin agama yang tergabung dalam FKUB Samarinda. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai nama-nama rumah ibadah, kitab suci, nabi, hingga salam yang digunakan dalam masing-masing agama.

Jajaran FKUB Samarinda bersama para pejalar SD Fastabiqul Khairat. (foto : FKUB Samarinda)

Syaparudin menambahkan, pengenalan tersebut tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan siswa mengenai agama lain, tetapi juga membangun sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap pelajar dapat memahami bahwa perbedaan latar belakang agama dan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk berinteraksi maupun bekerja sama.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur agama dalam kepengurusan FKUB Samarinda, yakni Syaparudin dan Masumi dari unsur Islam, Tejo Sutarnoto, Pdt. Dr. Marson Apui dari Kristen, Romo Hibau dari Katolik, I Made Waharika dari Hindu, Kuswanto dari Buddha, serta William dari Khonghucu. FKUB Samarinda mendorong agar pemahaman terhadap keberagaman terus dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari tradisi hidup saling memahami, menghargai, menghormati, dan menjaga kerukunan dalam perbedaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....