Pakan Mahal Ancam Budidaya Ikan, DKP Kaltim Dorong Pakan Mandiri

  • 08 Mei 2026 08:28 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Tingginya harga pakan masih menjadi tantangan terbesar yang dihadapi pembudidaya ikan di Kalimantan Timur. Kondisi tersebut bahkan membuat sebagian pelaku usaha perikanan memilih menghentikan usaha budidayanya karena biaya produksi yang terus meningkat.

Kabid Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur, Irma Listyawati mengatakan, persoalan pakan menjadi faktor mendasar yang sangat menentukan keberlanjutan usaha budidaya ikan di daerah.

Menurut Irma, mahalnya harga pakan menyebabkan sebagian pembudidaya mulai enggan melanjutkan produksi. Bahkan ada yang kembali beralih profesi menjadi nelayan tangkap atau pindah ke sektor usaha lain yang dinilai lebih stabil.

“Karena harga pakan mahal, banyak pelaku usaha menjadi enggan berproduksi. Ada juga yang akhirnya kembali menjadi nelayan atau beralih ke usaha lain,” katanya, Jumat 8 Mei 2026.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, DKP Kaltim mulai memperkuat program pakan mandiri melalui pelatihan teknis kepada masyarakat pembudidaya di sejumlah daerah. Pemerintah juga memberikan bantuan mesin pembuat pakan kepada kelompok pembudidaya sebagai upaya menekan biaya produksi.

Irma menjelaskan, program pakan mandiri diharapkan mampu membantu pembudidaya memproduksi pakan sendiri dengan biaya yang lebih murah dan kualitas yang tetap terjaga.

Selain pelatihan, pemerintah juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia pembudidaya agar lebih memahami formulasi pakan, manajemen budidaya, hingga efisiensi usaha perikanan.

Namun demikian, pelaksanaan program pakan mandiri masih menghadapi kendala lain berupa keterbatasan bahan baku produksi pakan di daerah. Kondisi itu membuat sebagian kelompok pembudidaya belum bisa memaksimalkan penggunaan mesin pakan yang telah diberikan pemerintah.

“Kendala lain yang dihadapi itu bahan baku pakan cukup sulit diperoleh. Jadi memang bukan hanya alatnya, tetapi ketersediaan bahan bakunya juga perlu diperhatikan,” ujarnya.

DKP Kaltim menilai penguatan sektor budidaya menjadi penting karena perikanan merupakan salah satu sektor unggulan nonmigas yang diproyeksikan menopang ekonomi daerah di masa depan. Apalagi kebutuhan pangan ikan diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Irma berharap program pakan mandiri dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan usaha budidaya perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pembudidaya ikan di Kalimantan Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....