Infrastruktur dan Beban Administrasi Tantangan Pembelajaran Mendalam di Kaltim

  • 03 Mei 2026 12:08 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Implementasi pembelajaran mendalam di sekolah masih menghadapi sejumlah kendala. Hal itu diungkapkan Guru Fisika SMAN 2 Penajam Paser Utara, Helminasari Harahap, saat menjadi narasumber dalam Parade Webinar Etam Kayuh Bebaya.

Helminasari menyebut tantangan paling nyata ada pada keterbatasan sarana pendukung pembelajaran. Di sekolahnya, misalnya, belum semua kelas memiliki proyektor sehingga guru harus bergantian ketika menyampaikan materi.

Selain sarana, keterbatasan waktu pembelajaran juga menjadi hambatan tersendiri. Menurut Helminasari, rangkaian kegiatan seperti penyelidikan, analisis data, penarikan kesimpulan, hingga presentasi sering kali sulit dituntaskan dalam satu pertemuan.

“Kalau di SMA mungkin 45 sampai 90 menit itu juga enggak cukup. Jadi untuk eksplorasi lebih mendalam memang waktunya terbatas,” ujarnya pada Sabtu 2 Mei 2026.

Helminasari juga menyoroti beban administrasi guru yang masih cukup tinggi. Penyusunan jurnal harian, dokumen pembelajaran, hingga laporan dinilai menyita waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk merancang skenario pembelajaran mendalam.

Menurut Helminasari, tantangan lain terletak pada pola pikir yang masih konvensional, kesenjangan literasi digital antar guru, serta kemampuan asesmen autentik yang belum merata. "Kondisi itu berdampak pada rendahnya capaian literasi dan numerasi peserta didik di banyak sekolah," ucapnya.

Sebagai solusi, Helminasari mendorong guru untuk aktif mengikuti pelatihan, webinar, memanfaatkan Ruang GTK, memperkuat komunitas belajar melalui MGMP, dan memanfaatkan teknologi digital termasuk kecerdasan buatan. Namun ia mengingatkan, hasil dari AI tetap harus disesuaikan dengan karakteristik murid dan kondisi nyata di sekolah masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....