Olahan Rumput Laut Maruat Didorong Jadi Ikon Ekonomi Kreatif Paser
- 01 Mei 2026 19:01 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Paser – Pemerintah Kabupaten Paser melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Paser terus mendorong pengembangan potensi lokal berbasis masyarakat melalui pengolahan rumput laut di Desa Maruat, Kecamatan Longkali. Program ini diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas, tetapi juga membangun identitas daerah berbasis budaya pesisir.
Pengawasan terhadap kegiatan pengolahan rumput laut dilakukan pada Kamis 30 April 2026 untuk melihat perkembangan pasca pelatihan yang telah dilaksanakan pada 2025. Kepala Disnakertrans Paser, Rizky Noviar, menyampaikan bahwa program ini berangkat dari potensi besar yang ditemukan saat kunjungan kepala daerah ke Desa Maruat pada 2024.
“Dari kunjungan tersebut, pemerintah daerah melihat potensi besar rumput laut yang selama ini hanya dijual dalam bentuk bahan baku ke luar daerah,” ujarnya.
Menurut Rizky, rumput laut memiliki nilai tambah tinggi jika diolah menjadi produk jadi. Oleh karena itu, pelatihan diberikan kepada masyarakat agar mampu mengembangkan produk olahan yang bernilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru di tingkat desa.
“Tujuannya agar masyarakat mendapatkan penghasilan tambahan dari hasil olahan,” katanya.
Pada 2025, pelatihan pengolahan rumput laut diikuti 16 peserta dan menghasilkan sedikitnya 14 jenis produk olahan. Berbagai produk tersebut meliputi kerupuk, amplang, dodol, sirup, es krim, kue kering, hingga aneka camilan berbahan dasar rumput laut yang kini mulai dikenal di pasar lokal.
Rizky menjelaskan, keberlanjutan program menjadi fokus utama pemerintah daerah melalui pendampingan berkelanjutan, mulai dari pembentukan kelompok usaha hingga strategi pemasaran produk. Hasilnya, produk olahan masyarakat Desa Maruat kini telah mulai dipasarkan hingga ke Balikpapan.
“Alhamdulillah, hasilnya cukup menggembirakan. Produk-produk ini sudah mulai dipasarkan hingga ke Balikpapan,” ucapnya.
Ke depan, Disnakertrans juga akan memberikan pelatihan digital marketing guna memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing produk. Selain itu, dukungan permodalan disiapkan melalui program Kredit Paser Tuntas dengan bunga nol persen serta skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk pengadaan alat produksi.
Upaya ini tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga diarahkan sebagai penguatan identitas lokal. Produk olahan rumput laut diharapkan menjadi ikon Kabupaten Paser sekaligus mendukung sektor pariwisata, di mana wisatawan dapat melihat langsung proses produksi dan membeli produk sebagai oleh-oleh khas daerah.
Sementara itu, Kepala Desa Maruat, Saharudin, menyampaikan bahwa ketersediaan bahan baku rumput laut di wilayahnya sangat melimpah dan mampu mendukung pengembangan usaha dalam skala lebih besar.
“Ketersediaan bahan baku sangat mencukupi, sehingga peluang pengembangan usaha ini terbuka luas,” ujarnya.
Program ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat pesisir sekaligus menjadi contoh pengembangan potensi lokal berbasis pelatihan dan pemberdayaan yang berkelanjutan di Kabupaten Paser.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....