Berau Petakan 10 Komoditas Unggulan untuk Perkuat Industri Lokal
- 13 Jun 2026 13:37 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Pemerintah Kabupaten Berau mulai memetakan potensi Industri Kecil dan Menengah (IKM) berbasis komoditas unggulan daerah sebagai langkah memperkuat hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah produk lokal. Upaya tersebut dilakukan melalui penyusunan kajian lengkap dan basis data IKM yang mencakup 10 komoditas unggulan yang tersebar di berbagai kecamatan.
Kegiatan yang digagas Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) Kabupaten Berau itu dilaksanakan bekerja sama dengan Tim Pusat Kajian Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah Universitas Mulawarman. Program tersebut resmi dibuka Kepala Diskoprindag Berau, Eva Yunita, di Kantor Diskoprindag Berau, Kamis 11 Juni 2026.
Eva Yunita mengatakan, keberadaan IKM memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah karena mampu menyerap tenaga kerja, memperluas kesempatan usaha, serta mengolah potensi sumber daya alam menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
“IKM merupakan tulang punggung perekonomian yang memiliki daya tahan tinggi. Karena itu, pengembangannya harus didukung dengan data yang akurat agar program pembinaan dan pendampingan dapat tepat sasaran,” ujarnya.
Menurut Eva, Berau memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari sektor perkebunan, kehutanan, perikanan hingga pariwisata. Namun, sebagian besar komoditas tersebut masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambah ekonomi belum sepenuhnya dinikmati masyarakat lokal.
Ia menilai penguatan sektor hilir menjadi salah satu strategi penting agar produk-produk unggulan daerah mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Selama ini banyak komoditas yang dijual dalam bentuk mentah. Padahal jika diolah lebih lanjut, nilai jualnya bisa meningkat dan manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Berau,” katanya.
Dalam kajian tersebut, pemerintah menetapkan 10 komoditas prioritas, yakni olahan ikan laut, kelapa sawit, karet, lada, kakao, produk kayu dan mebel, kerajinan rotan dan bambu, olahan buah tropis, tanaman obat, serta rumput laut.
Data yang dikumpulkan nantinya akan digunakan untuk memetakan kebutuhan masing-masing pelaku usaha, mulai dari peningkatan keterampilan, penggunaan teknologi produksi, sertifikasi dan standarisasi produk, hingga akses permodalan dan pemasaran.
Selain menjadi dasar penyusunan kebijakan, basis data tersebut juga diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menentukan arah pengembangan industri yang sesuai dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah.
Eva menambahkan, posisi Berau yang strategis dan relatif dekat dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar.
“Dengan data yang jelas, kami dapat menyusun program yang tepat. Ke depan, kami juga akan memfasilitasi promosi melalui pameran serta menyediakan tempat khusus untuk memajang hasil karya IKM agar semakin dikenal luas,” ucapnya.
Melalui penyusunan kajian dan basis data tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau berharap industri kecil dan menengah mampu berkembang lebih kompetitif, meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah, serta memperkuat perekonomian masyarakat di tengah peluang pasar yang semakin terbuka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....