Overkapasitas 300 Persen, Lapas Kelas IIA Samarinda Akan Direlokasi ke Lokasi Baru
- 26 Apr 2026 12:24 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Lapas Kelas IIA Samarinda menghadapi persoalan serius akibat overkapasitas yang telah mencapai sekitar 300 persen dari daya tampung seharusnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda, Yohanis Varianto, menyebut kondisi ini berdampak langsung pada kehidupan warga binaan yang harus tinggal dalam ruang terbatas.
“Kapasitas seharusnya 217 orang, tapi saat ini sudah mencapai 745 orang. Overkapasitasnya kurang lebih 300 persen,” ujar pria yang akrab disapa Varit tersebut, dikutip pada Minggu, 26 April 2026.
Ia menjelaskan, overkapasitas membuat ruang hunian menjadi sangat padat dan tidak ideal. Warga binaan harus saling berdesakan di dalam kamar maupun blok.
Situasi ini juga diperparah dengan kondisi bangunan lapas yang sudah tua dan sistem pengamanan yang belum maksimal.
“Sehingga kendala-kendala muncul. Ada barang-barang terlarang yang masuk akibat kurang pengawasannya ,” kata Varit.
Selain itu, lanjutnya, letak lapas yang berada di tengah kota serta akses keluar-masuk yang belum memenuhi standar juga menjadi tantangan tersendiri dalam pengamanan.

Untuk mengatasi persoalan overkapasitas ini, Varit berupaya melakukan sejumlah langkah, salah satunya dengan memindahkan sebagian warga binaan ke lapas lain. Namun, solusi jangka panjang yang disiapkan adalah relokasi Lapas Kelas IIA Samarinda ke lokasi baru yang lebih luas.
“Sudah ada rencana relokasi ke lahan sekitar 9 hektare di kawasan Jalan Bayur, dekat Lapas Narkotika Samarinda,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, rencana tersebut merupakan hasil koordinasi antara pemerintah daerah bersana Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Meski demikian, proses relokasi masih menunggu tahapan administrasi, termasuk persetujuan DPRD l.
“Prosesnya masih berjalan, karena harus ada persetujuan DPRD. Utuk targetnya juga tergantung dari pemerintah daerah karena mungkin terkait anggaran ya," kata Varit.
Namun, ia berharap rencana relokasi Lapas Kelas IIA Samarinda dapat segera direalisasikan pada tahun depan agar persoalan overkapasitas bisa teratasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....