Disdikbud Kaltim Dukung Pelatihan Mental Guru Diterapkan di Semua Sekolah

  • 24 Apr 2026 16:21 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kalimantan Timur, Armin, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Pembinaan Mental dan Sikap bagi Guru dan Tenaga Kependidikan di SMK Negeri 3 Samarinda, Jumat 24 April 2026.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Armin, karena dinilai sebagai terobosan baru dalam dunia pendidikan di Kalimantan Timur. Ia menyebut, pelatihan ini menjadi yang pertama kali digelar oleh sekolah di wilayah tersebut dengan fokus pada pembinaan karakter tenaga pendidik.

Menurut Armin, selama ini berbagai pelatihan bagi guru memang sudah sering dilakukan. Namun, pelatihan yang secara khusus menitikberatkan pada pembinaan mental, disiplin, dan karakter dinilai masih sangat jarang ditemukan.

“Luar biasa ya, ini adalah suatu inovasi pembentukan karakter dan selama ini saya belum melihat seperti ini ya,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa pembinaan mental dan sikap bagi guru merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Guru dan tenaga kependidikan dinilai membutuhkan penyegaran secara berkala agar tetap optimal dalam menjalankan tugasnya.

“Kalau pelatihan-pelatihan itu banyak, tapi ini untuk pembinaan karakter ya, pembinaan mental dan kedisiplinan guru ini merupakan suatu hal yang sangat positif,” ujarnya.

Armin juga menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia bahkan berencana untuk mendorong agar program serupa dapat dijadikan agenda rutin di seluruh sekolah di Kalimantan Timur.

“Insya Allah kita apresiasi, kita dukung dan saya coba nanti untuk menyampaikan seluruh kepala sekolah untuk kegiatan seperti ini bisa diagendakan minimal sekali setahun ya,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini penting sebagai bentuk penyegaran bagi para guru dan tenaga kependidikan. Dengan pembinaan mental yang baik, diharapkan karakter mereka semakin kuat dan berdampak positif terhadap proses pembelajaran di sekolah.

“Supaya kenapa? Supaya ada penyegaran karena bagaimanapun guru-guru tenaga-tenaga kependidikan di sekolah butuh penyegaran dan ini salah satu cara untuk melakukan penyegaran supaya karakter mereka terbantu terus,” ucapnya.

Armin juga menekankan pentingnya dokumentasi kegiatan tersebut agar dapat dijadikan contoh bagi sekolah lain. Ia berencana menyebarluaskan konsep pelatihan ini sebagai model inovasi pendidikan di daerah.

“Ya bagus nih, makanya tadi saya minta supaya ini didokumentasikan dengan baik. Saya akan coba nanti share ke berbagai sekolah-sekolah dan juga saya akan laporkan ke Pak Gubernur bahwa ini adalah salah satu bentuk,” ujarnya.

Ia pun membandingkan kegiatan ini dengan konsep retret yang dilakukan oleh pemerintah pusat dalam membangun karakter para pejabat negara. Menurutnya, pendekatan serupa dapat diterapkan di dunia pendidikan untuk memperkuat mental dan fisik tenaga pendidik.

“Ini kan kayak seperti retret ya, seperti yang dilakukan oleh Presiden terhadap Menteri-Menteri, Presiden terhadap Gubernur, Kepala Daerah termasuk DPRD baru-baru ini, seluruh Ketua DPRD di Indonesia, itu membantu bagaimana membangun karakter melalui pembangunan mental dan fisik,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....