BI Kaltim Perkuat Ekosistem Pariwisata di Kampung Tenun Samarinda
- 18 Apr 2026 10:08 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, SAMARINDA – Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat sinergi pengembangan desa wisata dan ekonomi kreatif untuk mendorong pariwisata berkelanjutan. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan "Sinergi Pengembangan Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif" yang dipusatkan di Kampung Tenun Samarinda.
Acara tersebut dirangkaikan dengan Business Matching Pembiayaan serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM) Seri ke-11. Agenda ini dihadiri oleh jajaran Pemprov Kaltim, Pemkot Samarinda, OJK Kaltimtara, serta pelaku usaha lokal sebagai bentuk komitmen menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, menegaskan bahwa warisan budaya seperti Tenun Samarinda adalah kunci diversifikasi ekonomi masa depan Kaltim. Menurutnya, penguatan desa wisata akan berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisatawan dan penciptaan lapangan kerja.
"Sejak 2014, Bank Indonesia telah membina Kampung Tenun Samarinda. Di tahun 2026 ini, kami melanjutkan dukungan melalui penguatan UMKM hijau dan pariwisata agar ekosistem usaha semakin tangguh dan inklusif," ujar Bayuadi. dalam pers rilis diterima rri.co.id baru baru ini.

Senada, Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang III, drh. Arief Murdiyatno, menilai peluang ekspor sarung tenun Samarinda masih sangat terbuka lebar. Ia mendorong penguatan ekosistem ekspor yang terintegrasi di Pelabuhan Palaran serta perbaikan aksesibilitas menuju destinasi wisata.
Sebagai langkah konkret, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BI Kaltim, Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Disporapar Samarinda, dan Kelurahan Tenun. PKS ini mencakup ruang lingkup pengembangan pariwisata berkelanjutan, ekonomi kreatif, hingga akses pembiayaan UMKM.
Dalam rangkaian BIMA ETAM Seri ke-11, BI dan OJK juga memberikan layanan terpadu bagi pelaku usaha. Program ini terbukti efektif meningkatkan literasi keuangan di Kaltim. Hingga saat ini, BIMA ETAM telah diikuti oleh 833 UMKM dengan total penyaluran pembiayaan produktif mencapai Rp16,97 miliar bagi 163 UMKM.
Melalui sinergi ini, Kampung Tenun Samarinda diharapkan tidak hanya menjadi sentra produksi, tetapi juga destinasi wisata edukasi yang mandiri secara finansial melalui dukungan lembaga jasa keuangan dan pencatatan keuangan digital.

Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....