Antisipasi El Nino, Kaltim Diminta Percepat Penanaman

  • 17 Apr 2026 10:45 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai mengantisipasi potensi dampak fenomena El Nino terhadap stabilitas inflasi daerah. Langkah ini dibahas dalam Rapat Teknis tindak lanjut Early Warning System (EWS) pada minggu kedua April 2026 pada Jumat 17 April 2026. Dalam forum tersebut, pemerintah menekankan pentingnya kesiapan sejak dini untuk menghadapi potensi gangguan pada sektor pangan.

Fokus utama dalam rapat tersebut diarahkan pada penguatan sektor produksi pangan lokal sebagai langkah strategis. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pasokan di tengah potensi perubahan iklim yang dapat memengaruhi produksi pertanian. Selain itu, penguatan produksi lokal juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setprov Kaltim, Ujang Rachmad, menyebutkan kondisi cuaca saat ini masih cukup mendukung aktivitas pertanian. Berdasarkan pemantauan, curah hujan di wilayah Kalimantan Timur diperkirakan masih akan berlangsung hingga Mei mendatang.

“Kalau kita lihat, Kalimantan Timur masih basah, masih hijau, dan masih banyak hujan. Artinya kita masih punya waktu untuk melakukan penanaman,” ujarnya.

Menurut Ujang, kondisi ini menjadi peluang bagi daerah untuk meningkatkan produksi berbagai komoditas pangan. Beberapa jenis tanaman, seperti cabai dan komoditas hortikultura lainnya, masih memungkinkan untuk dibudidayakan dalam periode ini.

Ujang menegaskan momentum tersebut harus dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah maupun para petani. Langkah percepatan tanam dinilai menjadi kunci dalam menjaga pasokan pangan agar tetap stabil menjelang potensi musim kering.

Lebih lanjut, Ujang menekankan pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan dalam jangka pendek. Namun, harus dibarengi dengan langkah-langkah strategis yang berorientasi jangka menengah hingga panjang, terutama dalam menjaga kesinambungan produksi pangan.

“Ini bukan hanya pengendalian April saja, tapi bagaimana kita menyiapkan pasokan dari dalam daerah melalui penanaman,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong agar berbagai infrastruktur pendukung pertanian dapat dipersiapkan sejak dini. Hal ini mencakup pengecekan sistem irigasi, pompanisasi, hingga kesiapan lahan pertanian agar tetap produktif saat curah hujan mulai berkurang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....