Harga Plastik Tak Stabil, Pedagang di Samarinda Kesulitan Atur Harga
- 15 Apr 2026 08:42 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Kenaikan harga plastik dalam beberapa bulan terakhir mulai berdampak pada pelaku usaha kecil di Samarinda. Harga yang terus berubah membuat pedagang kesulitan mengatur stok dan menyesuaikan harga ke konsumen.
Salah satu penjual plastik di Samarinda, Masnia, mengaku kenaikan harga terjadi sangat cepat, bahkan bisa berubah dari hari ke hari.
“Hari ini belanja, besok sudah berubah lagi harganya. Naiknya drastis sekali,” ujarnya, dikutip pada Rabu, 15 April 2026.
Menurut Masnia, lonjakan harga ini dipengaruhi kondisi global, khususnya harga minyak dunia sebagai bahan dasar plastik. Kondisi geopolitik yang belum stabil turut memperparah situasi.
Akibatnya, pedagang memilih mengurangi stok untuk menghindari kerugian. Di sisi lain, kenaikan harga kerap memicu keluhan dari pelanggan karena selisih harga yang cukup jauh.
“Konsumen sering kaget, dari Rp10 ribu bisa naik jadi Rp15 ribu, lalu Rp18 ribu sampai Rp20 ribu,” kata dia.
Kondisi ini juga berdampak pada penurunan daya beli konsumen. Namun, Masnia mengungkapkan, beberapa pelaku usaha seperti warung makan dan penjual minuman tetap membeli, meski harus menyiasati dengan menurunkan kualitas kemasan.
“Kami lihat banyak yang turun kualitasnya, dari yang tebal ke yang lebih tipis supaya tetap bisa jualan,” ujarnya.
Kenaikan harga plastik disebut mulai terasa sejak akhir Februari, namun melonjak signifikan menjelang Idul Fitri. Ia memperkirakan kenaikan sudah mencapai sekitar 70 persen.
Masnia berharap ada perhatian lebih bagi pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada plastik sebagai kebutuhan utama operasional.
“Plastik ini kelihatannya sepele, tapi hampir semua usaha pakai. Kalau naik, harga makanan dan minuman pasti ikut naik,” ucapnya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....