Bappeda Ungkap Sejumlah PR Pembangunan SDM di Kalimantan Timur

  • 09 Apr 2026 15:22 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Timur masih menghadapi berbagai tantangan. Hal ini mencakup sektor pendidikan, kesehatan, hingga ketahanan pangan. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Daerah Bangga Kencana 2026 di Kantor Gubernur Kaltim.

Kepala Bidang P2EPD Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Alfino Rinaldi Arief, menyebut akses pendidikan menengah masih belum optimal. Angka partisipasi sekolah tingkat SMA belum mencapai 100 persen. “Yang bersekolah sampai SMA baru sekitar 84 persen,” ujarnya pada Rabu 8 April 2026.

Selain itu, akses pendidikan tinggi juga masih rendah. Persentase masyarakat yang melanjutkan hingga perguruan tinggi hanya sekitar 12,94 persen. Hal ini menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas SDM.

Di sektor kesehatan, prevalensi stunting masih menjadi perhatian. Angka stunting di Kaltim masih berada di atas 20 persen. Kondisi ini memerlukan intervensi yang berkelanjutan.

Tantangan juga muncul dari sisi ketahanan pangan. Rasio pemenuhan beras di Kaltim baru mencapai sekitar 48 persen. Ketergantungan terhadap pasokan luar daerah masih cukup tinggi.

Alfino juga menyoroti garis kemiskinan di Kaltim yang relatif tinggi. Satu keluarga dengan empat anggota membutuhkan penghasilan minimal sekitar Rp4 juta per bulan. Kondisi ini menunjukkan tekanan ekonomi masyarakat masih cukup besar.

Melalui Rakorda ini, pemerintah daerah menegaskan pentingnya integrasi kebijakan kependudukan dan pembangunan ekonomi. Berbagai indikator pembangunan harus saling terhubung. Dengan langkah tersebut, kualitas hidup masyarakat diharapkan dapat terus meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....