Revitalisasi Terminal Sungai Kunjang Tertunda, Aktivitas Pedagang Menurun

  • 03 Apr 2026 16:07 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Rencana revitalisasi Terminal Sungai Kunjang yang sempat digaungkan pada 2025 hingga kini masih belum terealisasi. Penundaan tersebut terjadi akibat adanya kebijakan efisiensi anggaran, meskipun sebelumnya proses persiapan sudah sempat berjalan.

Dampak dari penundaan ini cukup terasa, terutama bagi para pedagang yang beraktivitas di dalam terminal. Banyak kios yang sebelumnya terisi penuh oleh pelaku usaha, kini justru kosong dan tidak lagi beroperasi.

Koordinator Terminal Sungai Kunjang, Eko Novianto, mengungkapkan seluruh pedagang sempat diminta mengosongkan lokasi sebagai bagian dari persiapan revitalisasi. Langkah tersebut diambil agar proses pembangunan bisa segera dilakukan tanpa hambatan.

“Waktu itu semua penyewa sudah keluar karena mau direvitalisasi. Tapi karena ada efisiensi, jadi ditunda dan sampai sekarang belum jelas,” ujarnya pada Rabu 1 April 2026.

Setelah penundaan terjadi, hanya sebagian kecil pedagang yang kembali menempati kios. Jumlahnya jauh berkurang dibandingkan kondisi sebelumnya yang mencapai puluhan pedagang aktif di dalam area terminal.

Kondisi ini membuat suasana terminal terlihat lebih lengang di beberapa titik. Area yang sebelumnya dipenuhi aktivitas jual beli kini tampak sepi, meskipun pergerakan penumpang tetap berlangsung.

Penurunan jumlah pedagang juga berdampak pada pemasukan terminal, termasuk dari sektor retribusi. Aktivitas ekonomi yang belum pulih sepenuhnya menyebabkan potensi pendapatan menjadi tidak maksimal.

Selain itu, beberapa fasilitas pendukung seperti sambungan listrik di kios sempat mengalami pemutusan akibat tidak adanya aktivitas dalam waktu tertentu. Hal ini semakin memperlambat pemulihan operasional di area dalam terminal.

Meski demikian, layanan transportasi di Terminal Sungai Kunjang tetap berjalan normal. Bus antar kota masih melayani berbagai rute tujuan, dengan jumlah penumpang yang relatif stabil, meskipun kondisi internal terminal belum sepenuhnya kembali seperti sebelum rencana revitalisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....