Investasi Harus Kalahkan Inflasi, ASN Kaltim Didorong Mulai dari Hal Sederhana

  • 02 Apr 2026 17:47 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pentingnya investasi yang mampu mengalahkan laju inflasi menjadi sorotan dalam Sharing Session BPSDM Kaltim. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas International Semen Indonesia Dr. Bambang Tutuko menegaskan menabung saja belum cukup untuk menjaga nilai uang.

Bambang menjelaskan salah satu syarat utama investasi adalah memberikan hasil di atas tingkat inflasi. Jika tidak, maka nilai uang justru akan terus menurun.

“Syarat utama investasi adalah hasilnya lebih tinggi daripada inflasi,” kata Bambang pada Rabu 1 April 2026. Ia mengajak peserta untuk mengevaluasi instrumen keuangan yang dimiliki saat ini.

Menurutnya, banyak masyarakat yang masih menganggap menabung di bank sebagai bentuk investasi. Padahal, bunga atau bagi hasil yang diperoleh umumnya lebih rendah dari inflasi.

Bambang menyontohkan bunga tabungan rata-rata hanya sekitar 2 hingga 3 persen per tahun. Sementara inflasi bisa mencapai 5 persen, sehingga secara riil masyarakat mengalami kerugian.

“Kalau inflasi 5 persen dan bunga hanya 3 persen, maka sebenarnya kita rugi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa bank tetap penting, namun fungsinya lebih pada penyimpanan dana darurat.

Dalam kesempatan itu, Bambang juga mengingatkan pentingnya pengelolaan utang. Ia menyarankan agar cicilan tidak melebihi 35 persen dari pendapatan agar tidak membebani keuangan.

Selain itu, ia mendorong ASN untuk mulai menyisihkan pendapatan untuk tabungan dan investasi. Idealnya, sekitar 10 persen untuk tabungan dan 5 persen untuk investasi.

Bambang juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap investasi ilegal yang marak terjadi. Menurutnya, pemahaman yang baik akan membantu masyarakat terhindar dari penipuan.

“Banyak investasi ilegal berkedok menggiurkan, ini yang harus diwaspadai,” ucapnya. Edukasi dan literasi keuangan menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran yang tidak masuk akal.

Sebagai penutup, Bambang menegaskan bahwa pengelolaan keuangan bukan soal besar kecilnya penghasilan. Melainkan bagaimana seseorang mampu mengatur, membagi, dan mengembangkan pendapatan secara disiplin dan terencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....