Banyak PPPK Berusia di Atas 35 Tahun, BGTK Kaltim Tunggu Mekanisme Seleksi PNS 2027
- 22 Agt 2026 12:19 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Rencana pembukaan kesempatan perubahan status guru PPPK menjadi PNS mulai 2027 masih menyisakan sejumlah pertanyaan, terutama terkait mekanisme seleksi dan batas usia. Balai Guru dan Tenaga Kependidikan atau BGTK Kalimantan Timur meminta para guru menunggu aturan resmi dari Kementerian PAN-RB.
Kepala BGTK Provinsi Kalimantan Timur, Wiwik Setiawati, mengatakan saat ini tantangan utama bagi para guru PPPK adalah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan seleksi. Hal itu penting karena mekanisme seleksi PPPK dinilai memiliki perbedaan dengan proses seleksi calon pegawai negeri sipil atau CPNS.
Wiwik menyebut, pemerintah akan membuka pengangkatan PPPK menjadi PNS secara bertahap mulai 2027 dan tidak dilakukan sekaligus. Karena itu, para guru PPPK dapat memanfaatkan waktu yang ada untuk kembali meningkatkan kemampuan dan memahami pola seleksi yang nantinya ditetapkan.
“Artinya mereka juga harus mengikuti seleksi PNS. Walaupun kita belum tahu mekanismenya, mungkin saat ini yang paling penting adalah mempersiapkan diri dan belajar lagi seperti menghadapi tes seleksi CPNS,” kata Wiwik.
Persoalan batas usia juga menjadi perhatian karena sejumlah guru PPPK telah berusia di atas 35 tahun. Padahal, berdasarkan ketentuan umum dalam Undang-Undang ASN, batas usia maksimal untuk mengikuti seleksi CPNS selama ini berada pada usia 35 tahun.
BGTK Kaltim belum dapat memastikan apakah pemerintah akan memberikan kebijakan khusus atau afirmasi bagi guru PPPK yang telah melampaui batas usia tersebut. Wiwik menegaskan seluruh ketentuan mengenai mekanisme seleksi hingga persyaratan usia menjadi kewenangan kementerian terkait.
“Kita belum tahu, karena banyak teman-teman PPPK yang usianya sudah melebihi 35 tahun. Entah nanti ada afirmasi atau seperti apa, kita menunggu saja pengumuman dan mekanisme dari kementerian terkait,” ujarnya, pada Jumat 21 Agustus 2026.
Selain menunggu aturan, BGTK Kaltim mendorong para guru PPPK untuk terus meningkatkan kompetensi dan tidak berhenti mengembangkan kemampuan. Wiwik menilai persiapan sejak dini penting agar ketika proses seleksi resmi dibuka, para peserta telah memiliki kesiapan yang lebih baik.
“Mungkin yang paling penting saat ini adalah teman-teman PPPK mulai mempersiapkan diri dan belajar lagi. Karena pola seleksi CPNS tentu bisa berbeda dengan seleksi PPPK,” kata Wiwik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....