Inflasi Naik, BPSDM Kaltim Ajak ASN Lindungi Nilai Gaji lewat Emas

  • 02 Apr 2026 11:26 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Tekanan inflasi yang meningkat menjadi perhatian dalam Sharing Session Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur episode ke-109. Kegiatan ini menyoroti pentingnya strategi perlindungan nilai gaji ASN agar tidak tergerus oleh kenaikan harga.

Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, mengungkapkan inflasi dapat berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Oleh karena itu, ASN perlu memiliki strategi keuangan yang tepat.

“Penghasilan tetap termasuk gaji ASN memerlukan strategi perlindungan nilai agar tidak tergerus oleh inflasi,” kata Nina Dewi pada Rabu 1 April 2026. Ia menilai hal ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga ASN.

Data menunjukkan inflasi Indonesia pada Desember 2025 berada di angka 2,92 persen secara tahunan. Namun, angka tersebut meningkat menjadi 4,76 persen pada Februari 2026, yang menunjukkan adanya tekanan harga yang cukup signifikan.

Dalam kondisi tersebut, investasi menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan. Namun demikian, masyarakat termasuk ASN perlu memahami instrumen investasi yang aman dan legal.

“Masih maraknya investasi ilegal menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan bijak dalam mengambil keputusan keuangan,” katanya. Ia mengingatkan pentingnya memilih instrumen sesuai profil risiko.

Salah satu instrumen yang disoroti dalam kegiatan ini adalah emas. Emas dinilai sebagai aset riil yang memiliki nilai intrinsik stabil serta mudah dicairkan.

“Emas memiliki karakteristik sebagai aset real dengan nilai yang relatif stabil dan cocok untuk akumulasi jangka panjang,” ucap Nina. Ia menambahkan investasi emas dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan ASN.

Sebagai penutup kegiatan, BPSDM Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan dan aplikatif bagi ASN. Sharing session ini menjadi bagian dari langkah konkret dalam memperkuat literasi keuangan, sekaligus mendorong perubahan pola pikir ASN agar lebih bijak dalam mengelola penghasilan menjadi aset yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....