Program Genting Percepat Penurunan Stunting di Samarinda
- 02 Apr 2026 07:23 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Program Genting atau Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting menjadi salah satu inovasi penting dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Indonesia, khususnya di Kota Samarinda. Program ini hadir sebagai wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Samarinda, Deasy Evriyani, kepada RRI dalam program Indonesia Sehat, dikutip Kamis 2 April 2026. Dalam penjelasannya, Deasy mengatakan program Genting merupakan gerakan gotong royong yang bertujuan untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat serta bebas dari stunting.
“Program ini melibatkan “orang tua asuh” (OTA) yang berperan membantu keluarga berisiko stunting (KRS), khususnya pada periode krusial 1.000 hari pertama kehidupan anak,” ujarnya.
Secara target, pada tahun 2025 Kota Samarinda menargetkan 1.334 orang tua asuh dengan sasaran mencapai 2.126 keluarga berisiko stunting. Namun, masih terdapat lebih dari seribu sasaran yang menjadi fokus lanjutan pada tahun 2026. “Perluasan partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mencapai target tersebut,” ucap Deasy menegaskan.
Program Genting memiliki landasan hukum yang kuat, di antaranya Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, serta berbagai kebijakan turunan dari pemerintah pusat hingga daerah. Hal ini menunjukkan bahwa program ini bukan sekadar gerakan sosial, melainkan bagian dari strategi nasional yang terstruktur. Dalam pemaparannya, ia kembali menegaskan sinergi lintas sektor menjadi fondasi utama keberhasilan program ini.
Deasy menjelaskan, dalam implementasinya, Genting mengusung dua jenis intervensi, yaitu intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Intervensi spesifik ditujukan bagi anak yang telah terdiagnosis stunting dan ditangani oleh sektor kesehatan. Sementara itu, intervensi sensitif menyasar keluarga yang berisiko stunting.
“Saat ini Genting berfokus pada intervensi sensitif, yaitu pencegahan sebelum kondisi stunting terjadi,” katanya.
Bantuan dalam program Genting terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu bantuan nutrisi dan non-nutrisi. Bantuan nutrisi mencakup pemberian makanan bergizi selama 90 hari berturut-turut kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 6–23 bulan.
Selain itu, terdapat edukasi yang diberikan secara langsung oleh kader kepada keluarga penerima manfaat. “Edukasi ini meliputi pola makan sehat, sanitasi lingkungan, hingga pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin,” ujar Deasy.
Sementara itu, bantuan nonnutrisi difokuskan pada penyediaan sarana dasar seperti jamban sehat, rumah layak huni, dan akses air bersih. Pada tahun 2026, program Genting akan lebih menitikberatkan pada bantuan nonnutrisi serta pemberian suplemen tambahan, mengingat bantuan makanan telah banyak didukung oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG). Strategi ini dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih program.
Keunikan lain dari Genting adalah keterlibatan relawan melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsyat). Dapur ini dikelola oleh masyarakat, khususnya ibu-ibu di tingkat kelurahan, yang mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan bergizi.
“Pendekatan ini tidak hanya membantu pemenuhan gizi, tetapi juga memberdayakan masyarakat secara ekonomi dan sosial,” ucapnya.
Dengan kekuatan ratusan tim pendamping keluarga yang tersebar di seluruh kelurahan, program Genting menjadi gerakan kolektif yang memiliki daya ungkit tinggi. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta seperti PLN, turut memperkuat implementasi program ini.
“Peningkatan kualitas bantuan hingga Rp25.000 per porsi menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mendukung pencegahan stunting,” katanya menjelaskan.
Melalui program Genting, harapan untuk menurunkan angka stunting secara signifikan semakin terbuka lebar. Kolaborasi, edukasi, dan kepedulian sosial menjadi kunci utama dalam mewujudkan generasi yang unggul, sehat, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....