Stunting Bukan Tugas Satu OPD, Wawali Samarinda Minta Semua Bergerak
- 08 Jun 2026 12:06 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda- Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menegaskan penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan maupun Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB). Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta terlibat aktif karena persoalan stunting berkaitan dengan berbagai aspek pembangunan.
Pernyataan tersebut disampaikan Saefuddin saat menghadiri Kick Off Pelayanan KB dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Gedung PKK Kota Samarinda, Senin, 8 Juni 2026.
Menurutnya, Pemerintah Kota Samarinda telah menempatkan penurunan stunting sebagai salah satu program prioritas daerah. Karena itu, upaya percepatan penurunan angka stunting harus dilakukan secara terintegrasi melalui kolaborasi lintas sektor.
“Pemerintah Kota Samarinda telah menempatkan penurunan stunting sebagai salah satu prioritas. DPPKB terus melakukan langkah-langkah strategis melalui edukasi, layanan, dan penguatan koordinasi lintas sektoral,” kata Saefuddin.
Ia menjelaskan penyebab stunting tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi kondisi lingkungan, sanitasi, pendidikan keluarga, hingga tingkat kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, setiap OPD memiliki peran dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganannya.
Saefuddin menegaskan semangat kerja lintas sektor harus terus diperkuat agar program yang dijalankan pemerintah dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi sejauh mana manfaatnya dirasakan warga.
“Kalau sudah lintas sektoral itu semuanya harus ikut serta. Tidak ada yang hanya mengurusi sektornya sendiri. Kalau sudah menjadi prioritas bersama, maka harus dikerjakan bersama-sama,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran tenaga kesehatan, penyuluh keluarga berencana, kader, serta berbagai mitra yang selama ini terlibat aktif dalam mendukung program pembangunan keluarga di Kota Samarinda.
Menurut Saefuddin, keberadaan para kader dan pendamping keluarga menjadi ujung tombak pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama terkait kesehatan ibu dan anak, perencanaan keluarga, serta pencegahan stunting sejak dini.
“Kerja keras saudara sekalian adalah bagian penting dari upaya kita membangun keluarga Samarinda yang lebih sehat, sejahtera, dan berkualitas,” ucapnya.
Di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah daerah, Saefuddin mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi. Ia optimistis berbagai target pembangunan keluarga dan penurunan stunting dapat dicapai apabila seluruh pihak bergerak dalam satu visi yang sama.
“Teruslah berkarya dan teruslah memberikan manfaat bagi masyarakat. Yang terpenting adalah bagaimana program yang kita jalankan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” katanya.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kota Samarinda berharap upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....