Penyaluran KUR di Kaltim Tembus Rp785,62 Miliar hingga Februari 2026

  • 31 Mar 2026 10:59 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Timur hingga Februari 2026 mencapai Rp785,62 miliar dan sudah dimanfaatkan oleh 9.537 debitur. Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Tjahjo Purnomo, dalam konferensi pers di kantor DJPb Kaltim, Senin, 30 Maret 2026.

Ia mengatakan, program tersebut menjadi salah satu dukungan pemerintah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “KUR sampai Februari sudah terealisasi Rp785,62 miliar dengan jumlah debitur 9.537 orang,” kata Tjahjo.

Selain KUR, program pembiayaan Ultra Mikro (UMi) juga terus disalurkan kepada masyarakat. Hingga Februari 2026, penyaluran UMi mencapai Rp18,60 miliar kepada 2.954 debitur di Kalimantan Timur.

Menurut Tjahjo, Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi daerah dengan penyaluran KUR terbesar. Nilainya mencapai Rp161,93 miliar, diikuti Kota Samarinda sebesar Rp151,51 miliar dan Kabupaten Paser Rp108,59 miliar.

“Tiga sektor terbesar penerima KUR adalah perdagangan besar dan eceran, pertanian serta sektor real estate dan jasa usaha,” ujarnya.

Sementara untuk program UMi, sektor perdagangan besar dan eceran juga menjadi penerima terbesar dengan nilai Rp17,84 miliar. Sektor lain yang turut menyerap pembiayaan UMi adalah penyediaan akomodasi dan makanan minuman serta industri pengolahan.

Tjahjo menjelaskan, perbedaan utama antara KUR dan UMi terletak pada akses pembiayaan. UMKM yang mengakses KUR umumnya sudah memiliki hubungan dengan perbankan atau bankable.

“Sedangkan UMi biasanya untuk pelaku usaha yang belum bankable dan pembiayaannya melalui lembaga non-perbankan seperti pegadaian atau koperasi,” kata Tjahjo.

Mengenai sebaran mitra bank penyalur KUR di Kaltim sendiri, lanjutnya, hingga Februari 2026 didominasi oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Menurut Tjahjo, hal itu karena jaringan layanan BRI menjangkau hingga ke wilayah pelosok melalui unit kerja maupun layanan BRI Link.

“Yang paling dominan memang BRI. Karena unitnya sampai ke pelosok. Sampai Februari 2026, penyaluran KUR melalui BRI tercatat Rp450,99 miliar dengan 6.933 debitur,” ujarnya.

Selain BRI, bank kedua yang paling banyak menyalurkan KUR, yaitu Bank Mandiri dengan nilai Rp178,84 miliar yang diberikan kepada 1.573 debitur. Disusul Bank Negara Indonesia (BNI) yang menyalurkan KUR sebesar Rp74,07 miliar kepada 343 debitur.

Meski begitu, menurut Tjahjo, jika dilihat dari rata-rata pinjaman, nominal per debitur di beberapa bank bisa lebih besar. “Kalau di BRI debiturnya banyak jadi nilainya kecil-kecil. Di bank lain bisa jadi per orangnya lebih besar,” katanya.

Tjahjo mengungkapkan, terdapat sekitar 11 perbankan yang menyalurkan KUR di Kaltim. Selain dari tiga bank tersebut, Bank Syariah Indonesia (BSI) juga menyalurkan KUR Rp36,72 miliar kepada 278 debitur. Selanjutnya BPN sebesar Rp22,7 miliar, serta Bank BPD Jabar dengan dua debitur penerima pembiayaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....