BMKG : Kaltim Belum Kemarau, April Masih Didominasi Curah Hujan
- 28 Mar 2026 23:51 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan telah memasuki musim kemarau. Berdasarkan peta prakiraan curah hujan April 2026 yang dibagikan oleh petugas Stasiun BMKG Balikpapan melalui Grup Info BMKG, sebagian besar wilayah Kaltim justru masih berada pada kategori hujan menengah hingga tinggi.
Data tersebut menunjukkan bahwa curah hujan di Kaltim selama April 2026 diperkirakan berkisar antara 200 hingga 500 milimeter per bulan. Kondisi ini menandakan wilayah tersebut masih didominasi pola cuaca basah, bukan kemarau kering seperti yang kerap diasosiasikan masyarakat.
Wilayah dengan curah hujan menengah (151–200 mm) diprediksi terjadi di sebagian Berau bagian timur serta Kutai Timur bagian timur. Meski tergolong menengah, intensitas hujan tetap berpotensi terjadi secara berkala.
Sementara itu, curah hujan menengah pada kisaran 200–300 mm mencakup wilayah yang lebih luas, seperti Berau, Mahakam Ulu bagian barat, Kutai Timur bagian timur, hingga Kutai Kartanegara bagian timur. Selain itu, kota-kota besar seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang juga masuk dalam kategori ini
Daerah lain seperti Kutai Barat bagian selatan, Penajam Paser Utara, dan Paser juga diperkirakan mengalami curah hujan menengah. Hal ini menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah pesisir hingga pedalaman masih mendapatkan suplai hujan cukup signifikan.
"Untuk kategori curah hujan tinggi (300–500 mm), wilayah yang terdampak antara lain Berau bagian barat, Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, serta Kutai Timur bagian barat. Intensitas ini menunjukkan potensi hujan lebat yang lebih sering terjadi", ujar petugas BMKG Provinsi Kaltim.
Bahkan, beberapa wilayah seperti Kutai Barat bagian utara, Mahakam Ulu bagian selatan, Kutai Kartanegara bagian utara, dan Kutai Timur bagian barat diperkirakan tetap berada dalam zona curah hujan tinggi sepanjang April. Kondisi ini perlu diwaspadai terkait potensi banjir dan longsor, ujarnya.
Melihat distribusi curah hujan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Kalimantan Timur belum memasuki musim kemarau secara umum. Pola hujan masih dominan dan merata di berbagai wilayah, sehingga masyarakat diimbau tetap waspada terhadap cuaca ekstrem.
BMKG juga mengingatkan agar masyarakat terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini. Perubahan kondisi atmosfer dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di masa peralihan musim seperti saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....