BPBD Kukar Siaga Hadapi Ancaman Karhutla dan Krisis Air Bersih di Musim Kemarau

  • 28 Mar 2026 19:51 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Kutai Kartanegara - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman kekeringan yang diperkirakan terjadi saat musim kemarau beberapa bulan mendatang.

Langkah antisipasi dilakukan dengan menyiapkan personel, peralatan pemadaman, hingga armada distribusi air bersih untuk wilayah yang berpotensi terdampak. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kukar, Abdal, mengatakan seluruh persiapan internal telah dilakukan sebagai upaya mitigasi dini menghadapi potensi bencana.

“Secara internal kami sudah mempersiapkan personel dan peralatan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Menurutnya, ancaman pada musim kemarau tidak hanya terbatas pada karhutla, tetapi juga berpotensi menimbulkan krisis air bersih di sejumlah daerah. Kondisi tersebut umumnya terjadi akibat menurunnya debit air pada sumber air baku yang digunakan masyarakat maupun instalasi produksi air bersih.

“Kalau musim kemarau panjang, biasanya ada beberapa daerah yang mengalami kesulitan air bersih karena debit air menurun atau sumber air surut,” katanya.

Untuk mengantisipasi kondisi itu, BPBD Kukar telah menyiapkan mobil tangki air bersih yang siap dikerahkan sewaktu-waktu ke wilayah yang membutuhkan.

"Mobil tangki air bersih juga sudah kami siapkan. Tinggal nanti disesuaikan dengan kebutuhan di wilayah mana yang membutuhkan,” ujarnya.

Selain kesiapan di lapangan, BPBD Kukar juga terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Timur terkait proses penetapan status siaga musim kemarau oleh pemerintah provinsi.

“Kami sudah berkoordinasi, informasinya saat ini sedang berproses dan menunggu penetapan melalui keputusan gubernur,” kata Abdal.

Ia menambahkan, apabila status siaga resmi ditetapkan di tingkat provinsi, maka pemerintah kabupaten termasuk Kukar akan menyesuaikan dengan menetapkan status serupa sebagai langkah percepatan penanganan bencana.

BPBD Kukar juga telah memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), pemerintah desa, hingga perusahaan perkebunan yang memiliki wilayah rawan kebakaran.

“Kami sudah mengingatkan pihak-pihak terkait, terutama di sektor perkebunan yang rawan terjadi kebakaran saat musim kering,” tuturnya.

Sebagai bentuk langkah preventif, dalam waktu dekat BPBD Kukar juga berencana menerbitkan surat edaran kewaspadaan kepada seluruh pihak terkait. Abdal turut mengajak masyarakat dan insan media untuk aktif memberikan informasi apabila ditemukan titik api maupun kondisi darurat lainnya di lapangan.

“Kami juga minta bantuan masyarakat dan rekan-rekan media untuk ikut memantau dan menginformasikan jika ada kejadian di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Harapan, Hendi, mengatakan pihak desa telah lebih dulu menyampaikan imbauan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak musim kemarau.

“Kami sudah menyebarkan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi musim kemarau yang akan datang,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....