Kukar Genjot Produksi Padi, Target Jadi Lumbung Pangan Kaltim

  • 28 Mar 2026 19:15 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Kutai Kartanegara - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, terus memperkuat sektor pertanian sebagai langkah strategis menuju kemandirian pangan daerah. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan produksi padi lewat intensifikasi dan ekstensifikasi lahan, sehingga ke depan Kukar tidak lagi bergantung pada pasokan beras dari luar daerah.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor pertanian dengan menggandeng berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pertanian, TNI, Polri, hingga pemerintah desa.

“Pemkab terus berupaya mendongkrak produksi padi melalui penguatan sarana dan prasarana pertanian, bantuan alat dan mesin modern, serta optimalisasi lahan pertanian,” ujarnya di Tenggarong, Sabtu 28 Maret 2026..

Menurutnya, sinergi juga dilakukan bersama Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kukar, termasuk mendorong pemanfaatan 20 persen Dana Desa untuk mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional.

Salah satu implementasi program tersebut terlihat di Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang. Desa ini telah memanfaatkan alokasi Dana Desa untuk pengembangan pertanian padi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mulya Bersama.

Pada pekan ini, Bupati bahkan turut hadir dan ikut melakukan panen padi bersama para petani serta pihak terkait di desa tersebut. Program tersebut melibatkan enam kelompok tani, yakni Poktan Wana Agro Lestari, Jadi Makmur, Sido Bangun, Sari Bunga, Mulawarman Jaya, dan Mitra Karya.

Total anggota dari enam kelompok tani itu mencapai 350 orang dengan luas lahan 350 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 hektare telah digarap secara aktif melalui pendampingan KTNA, penyuluh pertanian lapangan, serta dukungan perusahaan untuk peningkatan jalan usaha tani.

Aulia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan program ketahanan pangan di Kukar.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada KTNA Kukar, pemerintah desa, pengurus BUMDes, kelompok tani, penyuluh, perusahaan, dan semua pihak yang terlibat,” katanya.

Ia menegaskan, program ini sejalan dengan arah pembangunan daerah yang berfokus pada transformasi ekonomi dari sektor ekstraktif seperti tambang batu bara dan migas menuju ekonomi berkelanjutan berbasis pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Menurutnya, komitmen menjadikan Kukar sebagai lumbung pangan di Kalimantan Timur bukan sekadar wacana, tetapi telah dituangkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah.

Capaian tersebut mulai terlihat dari data produksi padi tahun 2025. Kukar tercatat sebagai daerah dengan luas panen padi terbesar di Kalimantan Timur.

Dari total luas panen padi Kaltim yang mencapai 66.518 hektare, Kukar menyumbang 26.287 hektare. Angka ini menempatkan Kukar di posisi pertama, disusul Kabupaten Paser seluas 14.599 hektare dan Penajam Paser Utara 13.570 hektare.

Tidak hanya dari sisi luas panen, Kukar juga menjadi daerah dengan produksi gabah kering giling (GKG) tertinggi di provinsi ini. Dari total produksi Kaltim sebesar 270,87 ton GKG pada 2025, Kukar menyumbang 110,87 ton GKG. Sementara Paser menghasilkan 67,65 ton dan Penajam Paser Utara 47,58 ton.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras bersama, terutama para petani yang berada di garis depan. Saat ini dari total 26.287 hektare lahan padi produktif, sekitar 13 ribu hektare merupakan sawah, sedangkan sisanya padi ladang,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....