Kaltim Jaga Harga Stabil dan Dorong Digitalisasi jelang Lebaran

  • 18 Mar 2026 11:06 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kalimantan Timur memperkuat sinergi lintas sektor melalui High Level Meeting (HLM) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah, guna menjaga stabilitas harga dan mendorong percepatan digitalisasi keuangan daerah.

Kegiatan yang digelar pada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur itu dibuka secara daring oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, dan dihadiri Wakil Gubernur Seno Aji, selaku Ketua TPID Kaltim, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, mengatakan penguatan TPID difokuskan pada komoditas penyumbang inflasi, terutama menjelang momentum HBKN. Upaya pengendalian inflasi dilakukan melalui strategi 4K, yakni menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Selain itu, pemanfaatan aplikasi Mandau Kaltim terus dioptimalkan sebagai instrumen pemantauan dan perumusan kebijakan berbasis data. Sistem tersebut dinilai mampu meningkatkan responsivitas pengendalian inflasi melalui integrasi lintas instansi.

“Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan, berbagai tantangan dapat dikelola dengan baik sekaligus membuka peluang memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” ujarnya. Dalam keterangan resmi yang diterima rri.co.id.

Di sisi lain, penguatan TP2DD diarahkan untuk mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah. Hal ini dilakukan melalui perluasan penggunaan QRIS dan Kartu Kredit Indonesia (KKI), serta peningkatan kualitas sistem informasi keuangan daerah.

Gubernur Kalimantan Timur menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menjaga inflasi tetap terkendali, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri. Ia juga mendorong optimalisasi sistem Mandau serta penguatan peran BUMD dalam menjaga ketersediaan stok pangan strategis.

“Melalui forum ini, saya harap seluruh pemerintah daerah dapat memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga agar tetap terkendali dan diterima masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menegaskan perlunya intensifikasi koordinasi antar daerah guna mengantisipasi potensi gangguan distribusi dan kenaikan harga. Ia juga mendorong intervensi pasar melalui berbagai program stabilisasi harga.

“Menjelang Ramadan dan Idulfitri, kita perlu memastikan pasokan tersedia, distribusi lancar, dan harga tetap terkendali,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, seluruh pemerintah daerah di Kalimantan Timur berkomitmen memperkuat pengendalian inflasi melalui implementasi strategi 4K serta mendorong percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah melalui peningkatan elektronifikasi dan tata kelola keuangan yang lebih transparan dan efisien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....