Anggota DPD RI: Kemampuan Berpikir Kritis dan Diplomasi Penting bagi Generasi Muda

  • 15 Mar 2026 16:00 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Timur dinilai tidak hanya ditentukan oleh tingginya jenjang pendidikan formal, tetapi juga oleh kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, serta berdiplomasi dalam menyampaikan gagasan.

Anggota MPR RI sekaligus anggota DPD RI daerah pemilihan Kalimantan Timur, Aji Mirni Mawarni, mengatakan kualitas SDM tidak semata-mata diukur dari gelar akademik yang dimiliki seseorang. Menurutnya, pendidikan tinggi perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir logis serta keterampilan komunikasi yang baik.

“SDM itu bukan hanya dilihat dari jenjang pendidikannya. Kadang-kadang ada yang sudah S2 atau S3, tapi belum tentu kualitasnya baik. Sebaliknya, ada juga yang mungkin hanya S1 atau bahkan lulusan SMA, tetapi memiliki kemampuan berpikir dan berkomunikasi yang baik,” ujarnya di Samarinda, Minggu 15 Maret 2026.

Ia menjelaskan, kemampuan berpikir kritis dan komunikasi menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah. Tanpa kemampuan tersebut, seseorang akan kesulitan menyampaikan ide atau gagasan yang dapat diterima oleh banyak pihak.

Selain itu, ia menilai kemampuan diplomasi juga merupakan keterampilan yang semakin dibutuhkan generasi muda saat ini. Diplomasi, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarnegara, tetapi juga menyangkut cara menyampaikan pandangan secara bijak, terstruktur, dan persuasif agar dapat dipahami oleh orang lain tanpa menimbulkan konflik.

Menurutnya, dalam berbagai situasi seseorang tidak hanya dituntut mampu berbicara, tetapi juga harus dapat meyakinkan pihak lain melalui argumentasi yang jelas dan logis. Kemampuan tersebut penting terutama ketika seseorang berada dalam posisi kepemimpinan atau harus berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Ia mencontohkan pengalamannya saat memimpin Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), di mana komunikasi yang efektif dengan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam mendorong perubahan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Dalam menyampaikan gagasan tidak cukup hanya dengan data, tetapi juga harus mampu meyakinkan para pemangku kepentingan mengenai arah dan tujuan yang ingin dicapai,” katanya.

Karena itu, ia mendorong generasi muda untuk aktif mengikuti forum diskusi serta memperluas wawasan agar terbiasa bertukar pikiran dan menyampaikan pendapat secara konstruktif. Forum diskusi dinilai dapat menjadi ruang pembelajaran untuk meningkatkan literasi sekaligus melatih kemampuan komunikasi.

“Forum diskusi penting untuk menambah wawasan dan literasi. Tidak hanya sekadar melatih public speaking, tetapi juga melatih bagaimana menyampaikan gagasan dan meyakinkan orang lain dengan baik,” ucapnya.

Ia berharap generasi muda di Kalimantan Timur terus meningkatkan kapasitas diri dan keterampilan komunikasi agar mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah. Menurutnya, SDM yang memiliki kemampuan berpikir, berargumentasi, serta berdiplomasi akan lebih siap menghadapi dinamika pembangunan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....