BMKG Sebut Potensi El Nino Picu Kemarau Lebih Panjang 2026
- 06 Mar 2026 10:13 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Fenomena iklim global diperkirakan akan mempengaruhi durasi musim kemarau di Indonesia pada 2026. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah peluang munculnya fenomena El Nino yang dapat memicu periode kemarau lebih panjang di sejumlah wilayah.
Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita mengatakan, peluang kemunculan El Nino diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun 2026 dengan kategori lemah hingga moderat. Kondisi ini berpotensi mempengaruhi pola curah hujan di beberapa wilayah Indonesia.
“Diprediksi akan ada peluang munculnya El Nino walaupun kategorinya masih lemah hingga moderat pada pertengahan tahun 2026. Hal ini yang dapat menyebabkan periode musim kemarau menjadi lebih panjang,” ujarnya kepada RRI, Jumat 6 Maret 2026.
Ia menjelaskan, El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik yang berdampak pada perubahan pola cuaca global. Dampaknya di Indonesia biasanya ditandai dengan penurunan intensitas curah hujan sehingga kondisi kering lebih dominan.
Selain faktor El Nino, panjangnya musim kemarau juga dipengaruhi oleh perubahan pola angin muson yang terjadi pada pertengahan tahun. Pada periode tersebut angin baratan yang membawa uap air dari Asia akan bergeser menjadi angin timuran atau Monsun Australia yang cenderung lebih kering.
Peralihan angin tersebut menjadi salah satu indikator dimulainya musim kemarau di wilayah Indonesia. Ketika angin timuran mulai dominan, curah hujan cenderung berkurang sehingga periode kemarau dapat berlangsung lebih lama.
Meski demikian, Carolina menegaskan kondisi ini tidak selalu berarti seluruh wilayah akan mengalami kekeringan ekstrem. Di beberapa daerah, termasuk Kalimantan Timur, hujan masih berpotensi terjadi meskipun frekuensinya lebih sedikit dibandingkan musim hujan.
“Walaupun musim kemarau diprediksi lebih panjang, bukan berarti hujan tidak terjadi sama sekali. Intensitasnya saja yang biasanya lebih berkurang,” ucapnya.
Karena itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi iklim. Kesiapsiagaan sejak dini dinilai penting guna mengantisipasi berbagai potensi dampak musim kemarau yang lebih panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....