Paser Status Siaga Karhutla Hadapi Musim Kemarau hingga Oktober 2026
- 20 Agt 2026 05:08 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Paser - Dalam beberapa pekan terakhir pada bulan Agustus 2026 ini, telah terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa titik Kabupaten Paser. Di mana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser mencatat sekitar lebih dari 100 hektare (ha) lahan yang hangus terbakar.
Di Kabupaten Paser, beberapa titik termasuk zona rawan seperti Tanah Grogot, Long Ikis, Muara Komam, Batu Engau dan Pasir Blengkong.
Kepala BPBD Kabupaten Paser, Ruslan menyampaikan, berdasarkan dari rilis BMKG, peristiwa el nino pada 2026 ini sama persis dengan Tahun 2015, 2019 dan 2023 lalu. Sehingga masyarakat diimbau agar bersiap menghadapi musim kemarau ini hingga September atau Oktober 2026.
"Di prediksikan oleh BMKG puncak-puncaknya tahun ini adalah di bulan Agustus sampai dengan bulan September. Juga bisa itu akan berlanjut lagi sampai bulan Oktober," kata Ruslan, Rabu 19 Agustus 2026.
Tentu dampak dari musim kemarau ini selain karhutla, juga mengakibatkan susahnya air bersih dan keterbatasan pangan. Untuk itu BPBD Paser tidak tinggal diam, dengan lebih dulu menetapkan Paser status siaga.
"Upaya dari BPBD tentunya kami melakukan rapat lintas sektor yang tergabung dalam tim gerak cepat. Bulan Juli kemarin kami rapat dan mendapatkan rekomendasi dari lintas sektor untuk penetapan status siaga," ujarnya menegaskan.
Lebih lanjut, Ruslan menerangkan status siaga ini ditujukan kepada setiap sektor yang terdampak kekeringan, masalah pangan, sumber daya air, energi dan sektor kesehatan.
Selain itu, Ia menyebutkan BPBD Paser akan terus memantau dititik rawan khususnya pada ketersediaan air bersih.
"Penetapan status siaga selanjutnya berdasarkan pemantauan kami dan kejadian-kejadian yang terhimpun masuk dalam base data di bulan Agustus ini tingkat kelangkaan air dengan banyaknya kepala desa, banyaknya warga kita yang memerlukan air bersih," ucap Ruslan.

Kemudian, Ruslan menambahkan bahwa BPBD sudah melakukan permohonan untuk penetapan status tanggap kepada Pemerintah Kabupaten Paser, agar status tersebut bisa ditindaklanjuti dalam rangka aktivasi posko.
"Selanjutnya banyaknya kejadian-kejadian yang ditangani oleh tim kita yang tergabung dalam tim gerak cepat ini terjadinya kebakaran lahan. Nah, oleh karena itu antara dua komponen ini sudah cukup untuk kita naikkan ke status tanggap," ujarnya menambahkan.
Menurut Ruslan, terjadinya peristiwa karhutla serta dampak lainnya ini karena perubahan iklim dan musim. Hanya saja hal ini diawali dengan adanya oknum-oknum yang memicu terjadinya kebakaran lahan.
Oleh karena itu, BPBD Paser membuat strategi dengan berkolaborasi se-lintas pemerintahan Desa, Kecamatan, hingga tingkat Kabupaten.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....