DJPb Sebut Petani Kaltim Relatif Lebih Sejahtera dari Rata-rata Nasional

  • 06 Mar 2026 08:51 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Tingkat kesejahteraan petani di Kalimantan Timur dinilai lebih baik dibanding rata-rata nasional. Hal itu tercermin dari data Nilai Tukar Petani (NTP) yang menunjukkan kondisi ekonomi petani di daerah tersebut relatif lebih makmur.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Kalimantan Timur, Edih Mulyadi, mengatakan tingginya NTP menandakan kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan hidupnya semakin baik.

“Kalau dilihat dari indikatornya, petani di Kaltim relatif lebih sejahtera dibanding rata-rata nasional,” ujarnya.

NTP merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani. Semakin tinggi angkanya, semakin baik kondisi ekonomi petani karena pendapatan yang diperoleh dari hasil pertanian lebih besar dibanding pengeluaran mereka.

Namun kondisi tersebut tidak sepenuhnya sama bagi kelompok nelayan di Kaltim. Edih menjelaskan, berdasarkan data Nilai Tukar Nelayan (NTN), tingkat kesejahteraan nelayan di daerah ini justru masih berada di bawah rata-rata nasional.

“Nelayan di Kaltim ini nilainya sekitar 104, sementara rata-rata nasional 107. Jadi kalau dilihat dari indikator ini, nelayan kita relatif masih kurang makmur dibanding nelayan secara nasional,” katanya.

Selain indikator kesejahteraan petani dan nelayan, kondisi pemerataan pendapatan masyarakat di Kaltim juga dinilai cukup baik. Hal itu terlihat dari gini rasio Kaltim yang tercatat sebesar 0,310, lebih rendah dibanding rata-rata nasional yang mencapai 0,363.

Gini rasio merupakan ukuran tingkat kesenjangan pendapatan masyarakat. Semakin kecil angkanya, maka semakin merata distribusi pendapatan di suatu wilayah.

“Artinya tingkat kesenjangan antara masyarakat berpenghasilan tinggi dan rendah di Kaltim relatif lebih kecil dibanding rata-rata nasional. Jadi dari sisi pemerataan pendapatan, Kaltim ini lebih merata,” ucap Edih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....