Kemiskinan Kaltim Turun, Desa Masih Jadi Perhatian Utama
- 19 Agt 2026 11:12 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Persentase penduduk miskin di Kalimantan Timur (Kaltim) pada Maret 2026 turun menjadi 5,14 persen. Angka tersebut menurun 0,05 poin persentase dibandingkan September 2025 yang tercatat sebesar 5,19 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Mas’ud Rifai, mengatakan jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 mencapai 200,64 ribu orang. Jumlah itu berkurang sekitar 1,40 ribu orang dibandingkan September 2025. Jika dibandingkan dengan Maret 2025, persentase kemiskinan Kaltim juga turun 0,03 poin persentase.
Mas’ud menyebut tingkat kemiskinan Kaltim masih berada di bawah angka nasional yang mencapai 8,07 persen. Secara nasional, persentase penduduk miskin terendah tercatat di Bali sebesar 3,44 persen, sedangkan yang tertinggi berada di Papua Tengah sebesar 30,41 persen.
Meski secara umum mengalami penurunan, kesenjangan kemiskinan antara wilayah perkotaan dan perdesaan di Kaltim masih menjadi perhatian. Pada Maret 2026, tingkat kemiskinan di perkotaan tercatat 4,15 persen, sedangkan di perdesaan mencapai 7,42 persen.
Dibandingkan September 2025, kemiskinan perkotaan turun 0,16 poin persentase. Sebaliknya, kemiskinan di perdesaan justru meningkat 0,18 poin persentase. “Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan sedikit mengalami penurunan, sedangkan tingkat kemiskinan penduduk di pedesaan sedikit mengalami kenaikan,” ujar Mas’ud, dilansir dari rilis resmi Pemprov Kaltim pada Rabu 19 Agustus 2026.
Di sisi lain, garis kemiskinan Kaltim meningkat 4,22 persen, dari Rp897.759 menjadi Rp935.662 per kapita per bulan. Komoditas makanan masih menjadi penyumbang terbesar garis kemiskinan dengan kontribusi 70,26 persen, sedangkan komoditas bukan makanan sebesar 29,74 persen.
Dengan rata-rata 5,12 anggota dalam satu rumah tangga miskin, garis kemiskinan rumah tangga pada Maret 2026 mencapai sekitar Rp4,79 juta per bulan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun persentase kemiskinan Kaltim menurun, peningkatan garis kemiskinan dan kenaikan angka kemiskinan di perdesaan tetap membutuhkan perhatian dalam upaya pengentasan kemiskinan di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....