TNI Bangun Puluhan Sumur Bor untuk Warga dan Petani Kaltim
- 25 Agt 2026 14:27 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Keterbatasan air masih dirasakan sebagian masyarakat Kalimantan Timur, terutama ketika musim kemarau. Di sejumlah wilayah, warga sebelumnya mengandalkan air hujan sehingga ketersediaan air menjadi persoalan ketika hujan mulai jarang turun.
Kondisi tersebut mendorong Korem 091/Aji Surya Natakesuma memperkuat penyediaan air bersih sekaligus sumber air untuk persawahan melalui program TNI Manunggal Air.
Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma, Brigjen TNI Anggara Sitompul, mengatakan upaya menyediakan air bersih dilakukan melalui pembangunan sumur bor. Namun, prosesnya tidak selalu mudah karena keberadaan sumber air dan kualitasnya berbeda di setiap wilayah.
“Kalau kita ngebor ini belum tentu dapat. Kemudian airnya belum tentu layak. Jadi kadang-kadang kita harus ngebor mungkin hampir 100 meter ke dalam,” ujar Anggara, dikutip rri, Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurutnya, menemukan sumber air bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan pengeboran. Air yang diperoleh juga harus dipastikan layak digunakan masyarakat, terutama untuk kebutuhan sehari-hari dan konsumsi.
Karena itu, kedalaman sumur di setiap lokasi bisa berbeda. Ada yang cukup dibor hingga 60 meter, tetapi di lokasi lain pengeboran harus mencapai 100 hingga 120 meter untuk mendapatkan sumber air yang sesuai.
Setelah sumber air ditemukan, Korem juga membangun tandon atau bak penampungan. Keberadaan fasilitas tersebut membuat air dari sumur bor dapat disimpan dan dimanfaatkan lebih banyak warga.
“Di samping ngebor, kita siapkan tandon atau bak penampungan airnya sehingga bisa untuk kapasitas paling tidak sampai 40 KK,” kata Danrem.
Dalam rentang 2025 hingga 2026, lanjutnya, Korem 091/Aji Surya Natakesuma telah membangun sekitar 50 titik sumber air bersih di wilayah teritorialnya. Pembangunan tersebut mendapat dukungan dari pemerintah dan sejumlah perusahaan yang berada di sekitar lokasi.
Dengan adanya sumber air membuat warga kini tidak harus menunggu hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat kemarau berlangsung, mereka tetap memiliki sumber air yang dapat digunakan.
"Jadi setelah ada air bersih, warga terbantu sekali. Enggak mesti menunggu air hujan datang. Pada saat kemarau masih bisa menikmati air," ucap Anggara.
Selain menyediakan air untuk rumah-rumah, TNI Manunggal Air Bersih juga menyasar persawahan petani. Anggara menjelaskan, persoalan air juga dihadapi petani, terutama ketika kemarau membuat embung yang selama ini menjadi sumber pengairan ikut mengering.
Kondisi tersebut membuat sumur bor menjadi salah satu pilihan untuk menjaga sawah tetap mendapatkan pasokan air. Ia menuturkan, air dari sumur bor untuk persawahan dapat dialirkan menggunakan pompa bertenaga surya.
Dengan cara tersebut, sumber air tetap dapat dimanfaatkan ketika embung tidak lagi mampu memasok kebutuhan sawah.
“Untuk satu sumur bor itu diharapkan bisa mengairi 10 hektare sawah. Jadi kalaupun kemarau, petani tidak usah khawatir, masih ada sumber air,” ujar Anggara.
Untuk kebutuhan pertanian, pihaknya telah membangun sekitar 35 titik sumur bor yang mayoritas berada di kawasan sentra pertanian atau lumbung pangan Kalimantan Timur, seperti Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....