DPRD Samarinda Tinjau Kolam Retensi Pampang, Pastikan Konektivitas Drainase
- 05 Mar 2026 07:42 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Komisi III DPRD Kota Samarinda melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kolam Retensi Bengkuring guna memastikan tindak lanjut kegiatan fisik berjalan optimal. Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan dewan terhadap proyek pengendalian banjir yang telah dibangun pemerintah kota. Fokus utama sidak adalah memastikan kolam retensi benar-benar berfungsi sebagai penampung air sekaligus pengendali banjir di wilayah sekitarnya.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menegaskan pentingnya konektivitas drainase agar kolam retensi tidak berdiri sendiri tanpa dukungan saluran yang terintegrasi. Menurutnya, kolam retensi harus terhubung langsung hingga ke hilir agar aliran air tidak kembali menggenang di kawasan permukiman warga.
“Kita ingin memastikan kolam retensi ini benar-benar terhubung dengan sistem drainase yang ada. Jangan sampai sudah dibangun, tapi tidak menyelesaikan persoalan banjir,” ujar Deni pada Rabu, 4 Maret 2026. Ia menambahkan, fungsi kolam akan maksimal apabila seluruh saluran pendukungnya bekerja dengan baik.
Dalam sidak tersebut, dewan juga meminta Dinas PUPR menyiapkan blueprint atau rencana induk drainase yang jelas dan terperinci. Blueprint ini dinilai penting agar seluruh proyek pengendalian banjir di berbagai titik saling terhubung dan tidak berjalan parsial. Dengan perencanaan yang matang, arah pembangunan drainase dapat lebih terukur dan berkelanjutan.
Deni turut menyoroti berkurangnya area resapan air akibat pesatnya pembangunan di Kota Samarinda. Ia mengingatkan bahwa kawasan tangkapan air seharusnya dijaga dan tidak dialihfungsikan secara sembarangan, karena berdampak langsung pada meningkatnya debit limpasan saat hujan deras.
Selain pembangunan fisik, DPRD juga menekankan pentingnya perawatan rutin terhadap kolam retensi. Pembersihan gulma, pengangkatan sedimentasi, serta pengecekan pintu air harus dilakukan secara berkala agar kapasitas tampung tidak berkurang. Pemeliharaan dinilai sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur itu sendiri.
Dengan sistem drainase yang terkoneksi dan pengelolaan yang baik, genangan di kawasan Pampang diharapkan dapat ditekan secara signifikan serta mengurangi risiko banjir berulang setiap tahunnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....