Lapas Samarinda Optimalkan PDAM dan Air Danau untuk Kebutuhan Internal

  • 02 Mar 2026 13:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Krisis pasokan dari PDAM sempat mengganggu kebutuhan air bersih di Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda. Mengantisipasi dampak lebih luas terhadap layanan dasar dan pembinaan warga binaan, pihak lapas bergerak cepat mengoptimalkan sumber air danau internal sebagai solusi darurat sekaligus jangka menengah.

Kepala Lapas Narkotika Samarinda, Jaka Prihatin, mengatakan sebelumnya kebutuhan air bersumber dari PDAM dan aliran sungai irigasi. Namun dalam beberapa waktu terakhir, pasokan PDAM tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan ratusan penghuni lapas.

Kondisi itu mendorong lapas berkoordinasi dengan pemerintah kota Samarinda untuk melakukan pengerukan danau di area lapas. Pengerukan dilakukan hingga kedalaman sekitar tujuh meter agar kapasitas tampung dan kualitas air meningkat.

“Karena pasokan dari PDAM sempat kurang, kita mendapat bantuan pengerukan danau. Sekarang sudah bisa dimanfaatkan sekitar satu sampai dua bulan untuk kebutuhan internal,” katanya, Senin 2 Maret 2026.

Air danau tersebut kini digunakan untuk kebutuhan mandi, mencuci, sanitasi, hingga mendukung program budidaya perikanan dan pertanian di dalam lapas. Sementara untuk konsumsi air minum, pihak lapas masih mengandalkan sumber yang lebih terjamin keamanannya dan belum menggunakan air danau secara langsung.

“Untuk mandi dan mencuci aman, tetapi untuk konsumsi langsung kita belum berani,” ujarnya.

Langkah cepat ini dinilai krusial karena ketersediaan air bersih berkaitan langsung dengan kesehatan, sanitasi, dan stabilitas keamanan di lingkungan lapas. Kekurangan air berpotensi menimbulkan gangguan pelayanan, risiko penyakit kulit, hingga persoalan higienitas.

Optimalisasi dua sumber air PDAM dan danau internal kini menjadi skema pengelolaan terpadu di lapas. Selain menjamin kebutuhan dasar warga binaan, strategi ini juga memperkuat keberlanjutan program pembinaan berbasis ketahanan pangan yang membutuhkan suplai air stabil.

Upaya tersebut menunjukkan pentingnya manajemen sumber daya air di fasilitas publik tertutup seperti lapas. Ke depan, penguatan infrastruktur air bersih menjadi kebutuhan mendesak agar layanan pemasyarakatan tetap berjalan optimal tanpa terganggu persoalan pasokan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....