Pemkot Samarinda Data Rumah di Bantaran Sungai untuk Atasi Genangan

  • 02 Mar 2026 13:45 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Persoalan bangunan yang berdiri di bantaran sungai kembali menjadi perhatian dalam upaya penanganan banjir di Samarinda. Keberadaan rumah warga di atas alur sungai dinilai menjadi salah satu penyebab terganggunya aliran air dan meningkatnya risiko genangan di sejumlah kawasan.

Temuan tersebut diperoleh setelah Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) melakukan pengecekan lapangan di kawasan Jalan Batu Cermin Gang Bambu Kuning yang terhubung hingga wilayah Simpang Empat Sempaja. Dalam peninjauan tersebut, tim menemukan banyak bangunan berdiri tepat di atas bantaran bahkan badan sungai.

Ketua TWAP, Syaparudin, menjelaskan keberadaan bangunan tersebut menyebabkan penyempitan jalur air sehingga arus sungai menjadi terhambat. "Kondisi ini memperlambat aliran air dan memicu penumpukan sedimen di beberapa titik," ujar Syaparudin pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Syaparudin menyebut beberapa bagian sungai yang seharusnya memiliki lebar sekitar empat meter kini menyempit secara signifikan. Bahkan di sejumlah lokasi, lebar aliran air hanya tersisa sekitar satu meter akibat bangunan warga yang menggunakan konstruksi tiang pancang di atas sungai.

Penyempitan alur sungai tidak hanya menghambat arus air, tetapi juga mempercepat proses sedimentasi yang menurunkan kapasitas tampung sungai. Dampaknya, air lebih mudah meluap ketika debit meningkat dan memperparah genangan di kawasan hilir, termasuk di sekitar Simpang Empat Sempaja.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, pemerintah meminta pihak kelurahan bersama ketua RT melakukan pendataan menyeluruh terhadap rumah-rumah yang berada di bantaran sungai. Pendataan dilakukan untuk mengetahui status legalitas bangunan sekaligus kondisi kepemilikan lahan yang digunakan warga.

Langkah ini menjadi bagian dari penanganan jangka panjang melalui penataan kawasan bantaran sungai secara bertahap. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membangun di atas bantaran sungai guna mengembalikan fungsi aliran air serta mendukung upaya pengendalian banjir secara menyeluruh di Kota Samarinda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....