Vitamin A dan Obat Cacing Dikawal Langsung di TPA Samarinda
- 26 Feb 2026 16:06 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Gerakan pemberian Vitamin A dan obat cacing di Tempat Penitipan Anak (TPA) Citra Bangsa, Jalan Suryanata, Kamis 26 Februari 2026 di Samarinda menjadi bagian dari program nasional yang dikawal langsung Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Samarinda. Kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kesehatan dan kualitas anak sejak usia dini melalui intervensi terukur dan berkelanjutan.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, dr. Nurizky Permanajati, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional yang menyasar anak-anak di lingkungan pengasuhan. Ia menekankan, intervensi kesehatan dasar seperti Vitamin A memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas generasi mendatang.
“Program ini bagaimana kita menjaga kesehatan dan kualitas anak. Gerakan ini merupakan program nasional, dan Kemendukbangga ikut berkontribusi menyukseskan pemberian Vitamin A, khususnya di tempat penitipan anak yang dalam program BKKBN disebut TAMASYA, Taman Asuh Sayang Anak,” ujarnya.
Di Kota Samarinda saat ini terdapat 16 TAMASYA, sementara di Kalimantan Timur jumlahnya telah mencapai lebih dari 300 lokasi. Melalui skema ini, pemerintah memastikan anak-anak yang berada di tempat pengasuhan tetap memperoleh layanan kesehatan rutin, meskipun orang tua bekerja atau memiliki keterbatasan waktu untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan.

Menurut Nurizky, kegiatan yang tampak sederhana tersebut sejatinya merupakan investasi kesehatan jangka panjang. Pemberian Vitamin A berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan mata, sedangkan obat cacing membantu menjaga kebersihan saluran pencernaan anak.
“Kegiatan hari ini akan berefek terhadap generasi masa depan. Dengan pemberian Vitamin A, anak-anak diharapkan tetap sehat dan tumbuh kembangnya maksimal sehingga menjadi generasi yang berkualitas,” katanya.
Ia juga mengajak orang tua untuk tidak hanya mengandalkan program di TPA, tetapi aktif membawa anak ke Posyandu dan Puskesmas. Menurutnya, pemenuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang secara berkala menjadi kunci dalam mencegah stunting dan gangguan kesehatan lainnya sejak dini.
Sementara itu, Kepala DPPKB Kota Samarinda, drg. Deasy Evriyani, M.Si, menjelaskan bahwa pemberian Vitamin A dan obat cacing merupakan agenda rutin nasional yang dilaksanakan setiap Februari dan Agustus. Pada periode kali ini, seluruh DPPKB diinstruksikan mengawal langsung pelaksanaan di TPA untuk memastikan cakupan layanan optimal.
“Hari ini kami berada di TPA Citra Bangsa yang berlokasi di Jalan Suryanata, dekat Puskesmas Air Putih. Ada sekitar 20 anak yang kami pantau, dan alhamdulillah semuanya dalam kondisi sehat,” ucapnya.
Deasy menambahkan, intervensi dua kali setahun tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan stunting di Kota Samarinda. Ke depan, program tidak hanya menyasar TPA atau TAMASYA, tetapi juga diperluas ke kelompok Bina Keluarga Balita (BKB).
Di Samarinda terdapat sekitar 115 kelompok BKB yang mencakup kurang lebih 4.000 keluarga. Secara bertahap, cakupan akan diperluas hingga menjangkau sekitar 26.000 keluarga sasaran, sebagai bagian dari strategi penguatan ketahanan keluarga dan kesehatan anak berbasis komunitas.
Selain pemberian Vitamin A dan obat cacing, kegiatan di TPA Citra Bangsa juga dirangkai dengan edukasi melalui permainan BKB Kids yang disambut antusias anak-anak. DPPKB berencana melibatkan orang tua dalam kegiatan parenting di masing-masing TPA atau TAMASYA untuk memperkuat peran keluarga dalam memastikan kesehatan, gizi, serta tumbuh kembang anak tetap terpantau.
Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah serta partisipasi aktif keluarga, gerakan ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi benar-benar membentuk fondasi generasi Samarinda dan Kalimantan Timur yang sehat, tangguh, dan berkualitas di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....