Waspada! Faktor Lingkungan Picu Kasus Stunting
- 21 Feb 2026 10:40 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Masalah stunting atau tengkes masih menjadi tantangan serius bagi masa depan generasi Indonesia. Selain faktor gizi, kondisi lingkungan yang tidak sehat turut berperan besar dalam memicu gangguan tumbuh kembang anak.
Hal tersebut mengemuka dalam dialog interaktif “Indonesia Sehat” Pro 1 RRI Samarinda, Kamis 19 Februari 2026. Sanitarian Ahli Pratama UPTD Puskesmas Bantuas, Laliyanto, mengatakan stunting tidak semata-mata disebabkan oleh kekurangan asupan makanan, tetapi juga dipengaruhi kondisi sanitasi dan kualitas lingkungan tempat anak tumbuh.
Ia menjelaskan, lingkungan yang tidak sehat dapat menyebabkan infeksi berulang pada anak. Kondisi tersebut menjadi salah satu pintu masuk terjadinya stunting karena mengganggu proses penyerapan nutrisi di dalam tubuh.
“Stunting bukan hanya soal apa yang dimakan, tetapi juga bagaimana lingkungan mendukung penyerapan nutrisi tersebut. Air bersih yang tercemar bakteri patogen atau logam berat, serta sanitasi yang buruk, bisa memicu diare kronis. Akibatnya, nutrisi yang masuk terbuang sia-sia,” ujarnya.
Selain kualitas air dan sanitasi, Lalianto juga menyoroti bahaya polusi udara di dalam ruangan atau indoor air pollution yang kerap terabaikan. Menurutnya, paparan asap rokok, asap dapur tanpa ventilasi memadai, hingga bahan kimia rumah tangga dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pneumonia pada balita.
Ia menambahkan, anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam rumah. Jika udara yang dihirup mengandung polutan, sistem imun yang belum sempurna akan lebih mudah terserang penyakit dan berdampak pada penurunan nafsu makan serta gangguan metabolisme.
“Kanak-kanak menghabiskan hampir 90 persen waktunya di dalam ruangan. Jika udara yang mereka hirup mengandung polutan, sistem imun mereka yang belum sempurna akan mudah terserang penyakit. Inilah yang kemudian mengganggu nafsu makan dan metabolisme anak,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat melalui lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), di antaranya berhenti buang air besar sembarangan serta rutin mencuci tangan menggunakan sabun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....