Banjir di Bontang, Telan Korban Jiwa Santri Pesantren Qoryah Mubarokah

  • 15 Feb 2026 09:50 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Peristiwa tenggelamnya dua santri terjadi di kawasan Pesantren Qoryah Mubarokah, Jalan Pipa RT 08 Sungai Bontang, Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Sabtu, 14 Februari 2026 pagi. Kejadian tersebut berlangsung di area pesantren yang sedang dilanda banjir.

Korban diketahui bernama Satria Dwi Wardana (16), santri kelas 10 yang berdomisili di Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan, dan Billal Bashith Al-Musawir (15), warga Desa Suka Rahmat, Teluk Pandan. Keduanya merupakan siswa kelas 1 SMA di Pesantren Qoryah Mubarokah.

Laporan awal diterima tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sekitar pukul 08.50 WITA dari pihak keluarga korban. Informasi menyebutkan terjadi insiden tenggelam di jalan pesantren yang tergenang banjir, dengan satu korban telah ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri sementara satu lainnya masih dalam pencarian.

Sebelumnya, pada pukul 08.33 WITA, Komandan Regu III BPBD yang mendapat informasi awal dari anggota di lapangan segera mengerahkan tim monitoring banjir menuju lokasi kejadian. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 08.48 WITA dan langsung melakukan pencarian bersama pihak pesantren dan warga sekitar.

Upaya pencarian berlangsung intensif hingga akhirnya pada pukul 09.30 WITA korban kedua ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Kedua korban kemudian dievakuasi menggunakan mobil komando BPBD menuju Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bontang untuk penanganan medis.

Berdasarkan laporan petugas, kedua korban kemudian dinyatakan meninggal dunia dan ditangani di ruang jenazah RSUD Bontang. Aparat dari Polsek Teluk Pandan turut berada di rumah sakit untuk proses identifikasi dan penanganan administrasi karena lokasi kejadian masuk wilayah Kutai Timur.

Tim reaksi cepat BPBD bersama relawan dan pihak pesantren sebelumnya telah berupaya memberikan pertolongan secepat mungkin. Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan korban berjalan lancar.

Peristiwa ini terjadi di tengah kondisi banjir yang merendam sejumlah wilayah sekitar, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan bagi warga dan santri yang beraktivitas di area tergenang air.

Hingga pukul 12.00 WITA, Tim TRC BPBD Bontang masih melakukan pemantauan dan penanganan banjir di sejumlah titik terdampak, termasuk kawasan terparah di Jalan Ir. Juanda, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan.

BPBD mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama banjir berlangsung dan menghindari aktivitas di area berarus atau genangan dalam guna mencegah kejadian serupa terulang, ujar petugas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....