Warga Kubar Keluhkan Truk CPO Rusak Jalan
- 11 Feb 2026 15:27 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Kutai Barat - Operasional truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO) berkapasitas besar di jalan umum dikeluhkan masyarakat Kabupaten Kutai Barat. Aktivitas tersebut dinilai mempercepat kerusakan infrastruktur jalan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
Keluhan itu disampaikan warga Kutai Barat, Hanyek, dalam program “Halo RRI”, Senin, 9 Februari 2026. Ia menilai pemerintah daerah perlu bertindak lebih tegas terhadap perusahaan yang masih menggunakan armada melebihi kapasitas jalan.
Menurutnya, imbauan bupati terkait pembatasan operasional truk CPO belum berdampak signifikan di lapangan. Aktivitas pengangkutan masih terus berlangsung tanpa perubahan berarti.
“Kami berharap instruksi itu lebih tegas, jangan cuma imbauan. Apa sanksinya kalau tetap tidak ditaati? Pagi hari saja masih ada truk hauling yang lewat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan dari instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan dan aparat penegak peraturan daerah. Kondisi tersebut memunculkan anggapan adanya pembiaran terhadap operasional truk bermuatan berat.
Menurutnya, kondisi jalan di Kutai Barat tidak dirancang untuk menahan beban kendaraan tangki CPO yang besar. Jika dibiarkan, kerusakan jalan akan semakin parah dan memerlukan waktu lama untuk diperbaiki.
“Kalau menunggu jalan diperbaiki, itu lama. Lebih baik operasional ditertibkan dari sekarang agar kerusakan tidak makin parah,” ujarnya.
Warga juga meminta pemerintah daerah bersama kepolisian menyiapkan penjagaan di titik strategis untuk membatasi truk yang melebihi tonase. Pengawasan dinilai tidak bisa hanya mengandalkan laporan masyarakat.
Kerusakan jalan akibat truk CPO disebut tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan berdampak lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....