Bappeda Kaltim Dorong Realisasi Fisik 95 Persen

  • 11 Feb 2026 10:12 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Timur, Muhaimin, menargetkan peningkatan realisasi fisik pembangunan pada 2026 hingga mencapai sekitar 95 persen, dari capaian tahun sebelumnya yang masih berada di kisaran 86 persen.

Hal tersebut disampaikan Muhaimin saat audiensi bersama RRI pada Rabu 11 Februari 2026 di Kantor Bappeda Kalimantan Timur, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda.

Muhaimin mengatakan, peningkatan realisasi fisik menjadi tugas berat di awal masa kepemimpinannya, sekaligus arahan langsung dari Gubernur Kalimantan Timur agar pelaksanaan APBD 2026 lebih optimal.

“Capaian kinerja kita realisasi fisik masih sekitar 86 persen di 2025. Di 2026 ini kita dorong bisa mencapai kurang lebih 95 persen. Ini tugas berat, karena beliau juga menginginkan di APBD 2026 kita meminimalisir SILPA,” ujar Muhaimin.

Ia menjelaskan, tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) berpotensi memperlambat perputaran ekonomi di masyarakat. Terlebih, kondisi fiskal saat ini dinilai semakin menantang, sehingga belanja pemerintah harus benar-benar efektif dan tepat sasaran.

Muhaimin menambahkan, Bappeda Kaltim juga tengah menyiapkan proyeksi postur fiskal 2027 yang telah diramu dalam Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Proyeksi tersebut mencakup rencana belanja daerah, pendapatan, hingga jarak fiskal yang akan menjadi dasar pelaksanaan program prioritas gubernur.

Menurutnya, dinamika efisiensi anggaran juga mulai dirasakan masyarakat, sehingga pemerintah daerah diminta tidak terlalu bergantung pada peningkatan pendapatan yang bersumber dari pusat.

“Kami sudah sampaikan, jangan terlalu berharap peningkatan yang besar. Kemandirian fiskal daerah itu penting agar program pembangunan tetap bisa berjalan. Peran gubernur lebih kepada mensupport kegiatan belanja langsung di daerah,” katanya.

Muhaimin menegaskan, tantangan fiskal ke depan harus dijawab dengan perencanaan yang matang dan disiplin anggaran, agar program pembangunan tetap berjalan sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....