Harga Beras Rp1 Juta, Satgas Kawal Distribusi ke Mahulu
- 09 Feb 2026 17:38 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Lonjakan harga beras di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang mencapai hampir Rp1 juta per karung membuat Satuan Tugas Daerah (Satgasda) Pangan Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) turun langsung mengawal distribusi bahan pokok ke wilayah tersebut. Pengawalan distribusi dilakukan di Gudang Bulog, Jalan Slamet Riyadi, Kota Samarinda pada Senin, 9 Februari 2026 pukul 7.30 WITA.
Ketua Tim Kelompok Kerja Stabilisasi Pasokan Pangan Bapanas, Yudhi Harsatriadi mengatakan, kehadiran pihaknya ke Samarinda merupakan bentuk respons cepat pemerintah untuk memastikan harga komoditi pangan di wilayah perbatasan tetap terjaga.
"Menyikapi kabar di Mahakam Ulu beras per karung Rp1 juta, hari ini kami akan mendistribusikan bahan pangan, khususnya beras dan minyak goreng, dalam hal ini adalah Minyakita," ujarnya.
Pada tahap pertama distribusi, lanjut Yudhi, sebanyak 3.200 kilogram (kg) beras premium, beras SPHP, dan Minyakita dikirimkan. Ia berharap, sesampainya di sana, pasokan komoditi ini dapat membantu menstabilkan harga pangan di Mahalam Ulu.
Sementara itu, menurut Koordinator Tim Satgasda Pangan Polda Kaltim, AKBP Haris Kurniawan, tingginya harga beras hingga mencapai Rp 1 juta bukan disebabkan oleh penimbunan bahan pangan. Ia menilai, jarak tempuh yang panjang serta masalah operasional kapal sungai rute Samarinda menuju Kutai Barat (Kubar) yang sempat terkendala belakangan ini menjadi pemicunya.
"Belum ditemukan adanya penimbunan. Tetapi kita tahu ada berbagai macam masalah. Transportasi sungai masih terhambat, jarak di sana juga lumayan jauh," kata AKBP Haris Kurniawan.

Karena itu, pihaknya berkomitmen terus melakukan pengawasan bersama jajaran Polresta Samarinda. Ia memastikan akan mengawal distribusi bahan pangan ke seluruh wilayah Kalimantan Timur hingga ke tangan masyarakat.
Di sisi lain, pengiriman 3.200 kilogram (kg) atau 3,2 ton pangan menuju wilayah perbatasan bukanlah hal yang mudah. Pemimpin Kantor Wilayah Bulog Kaltim-Kaltara, Musazdin Said, mengatakan jalur sungai belum sepenuhnya bisa dilalui sehingga distribusi dialihkan melalui jalur darat.
"Saat ini permasalahan yang kami hadapi terkait belum dimungkinkan untuk melewati jalur sungai, karena kami dapat informasi bahwa sampai sekarang, kapal belum bisa menuju Mahulu," ujar Said.
Ia mengungkapkan, pengiriman melalui jalur darat diperkirakan memakan waktu sekitar dua atau tiga hari hingga sampai ke tujuan. Sebab, kendaraan logistik harus melalui jalur dari Melak - Ujoh Bilang yang saat ini masih dalam proses pembangunan.
Nantinya, sesampai di Makaham Ulu, beras premium, beras SPHP, dan Minyakita tersebut akan diserahkan ke pemerintah kabupaten untuk dijual melalui pasar murah.
"Gerakan pasar murah dan direncanakan untuk persiapan bazar menjelang Ramadan. Paling tidak, sementara untuk membantu kesulitan masyarakat terkait dengan tingginya harga komoditi bahan pokok," kata Said.
Sesuai dengan arahan Bapanas, ia menegaskan, harga jual tidak boleh melebihi harga eceran tertiggi (HET). Untuk beras premium, harga ditetapkan Rp15.400 per kg. Sementara beras SPHP Rp13.100 per kg atau sekitar Rp65.500 per kemasan lima kg. Untuk Minyakita, harga maksimalnya ditetapkan Rp15.700 per liter.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....