BPS Catat Kemiskinan Kaltim Meningkat pada September 2025

  • 07 Feb 2026 12:39 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami kenaikan pada September 2025. Persentase penduduk miskin tercatat sebesar 5,19 persen atau setara 202,04 ribu orang.

Jumlah tersebut meningkat 2,33 ribu orang dibandingkan kondisi Maret 2025 yang tercatat sebanyak 199,71 ribu orang. Meski demikian, secara tahunan jumlah penduduk miskin di Kaltim justru menurun 9,84 ribu orang dibandingkan September 2024.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur Mas’ud Rifai menjelaskan, peningkatan kemiskinan terjadi terutama di wilayah perkotaan. Dalam periode Maret hingga September 2025, jumlah penduduk miskin perkotaan bertambah 4,87 ribu orang.

"Sebaliknya, di perdesaan turun dari 7,48 persen menjadi 7,24 persen,” ujar Mas’ud dalam keterangan resminya, Jumat, 6 Februari 2026, dilansir dari laman kaltimprov.go.id.

Mas’ud menambahkan, persentase kemiskinan perkotaan naik dari 4,16 persen pada Maret 2025 menjadi 4,31 persen pada September 2025. Perbedaan tren ini menunjukkan tantangan ekonomi yang lebih besar di wilayah perkotaan.

BPS juga mencatat Garis Kemiskinan Kaltim pada September 2025 sebesar Rp897.759 per kapita per bulan, yang didominasi oleh kebutuhan makanan sebesar 70,13 persen. Beras masih menjadi komoditas utama penyumbang garis kemiskinan, diikuti rokok kretek filter, daging ayam ras, telur ayam ras, dan mi instan.

Sementara itu, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) masing-masing mengalami penurunan, menandakan kondisi penduduk miskin relatif membaik. Rata-rata satu rumah tangga miskin di Kaltim memiliki 5,14 anggota dengan garis kemiskinan rumah tangga mencapai Rp4,61 juta per bulan. (Prb/ty)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....