Sinkronisasi Data Dukung Program MBG 2026

  • 06 Feb 2026 16:46 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Kaltim - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur menerima audiensi dari Satuan Pelaksana Program Gizi Koordinator Wilayah Kalimantan Timur terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis Tahun 2026. Pertemuan tersebut berlangsung pada Jumat, 6 Februari 2026, dengan agenda utama membahas kesiapan data penerima manfaat di lingkungan madrasah dan pondok pesantren. Program ini diharapkan dapat mendukung peningkatan gizi peserta didik di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Pertemuan digelar di Ruang Kerja Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Kaltim dan dihadiri sejumlah pejabat terkait. Rombongan SPPG disambut langsung oleh Kabag Tata Usaha Murdi bersama Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Sabransyah. Tim teknis Kanwil Kemenag Kaltim juga turut hadir untuk membahas langkah sinkronisasi data secara lebih rinci.

Koordinator Regional SPPG Provinsi Kaltim, Binti Maulina Putri, menyampaikan masih terdapat kendala dalam pemetaan data melalui sistem EMIS. Permasalahan itu terutama berkaitan dengan validasi data madrasah dan pondok pesantren yang belum sepenuhnya selaras. Ia menilai diperlukan langkah rekonsiliasi agar pelaksanaan program dapat berjalan tepat sasaran.

“Sinkronisasi data antara SPPG dan Kanwil Kemenag menjadi kunci utama agar penyaluran Program Makan Bergizi Gratis benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Binti. Ia menambahkan pihaknya terus membuka ruang koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalisir potensi kesalahan sasaran penerima manfaat.

Binti juga memaparkan perkembangan infrastruktur pendukung program di Kalimantan Timur. Hingga saat ini tercatat 167 dapur MBG telah dibangun, namun baru 131 dapur yang sudah beroperasi secara aktif. Adapun lembaga yang telah menerima bantuan meliputi 15 pondok pesantren, 52 Madrasah Tsanawiyah, 25 Madrasah Aliyah, dan 42 Madrasah Ibtidaiyah.

Menanggapi hal tersebut, Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Kaltim Murdi menegaskan kesiapan jajarannya untuk terus berkoordinasi dengan SPPG. Ia berharap kolaborasi ini dapat memastikan program berjalan optimal dan tepat waktu. Program MBG diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi peserta didik madrasah dan santri pondok pesantren di Kalimantan Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....