Arus Logistik Ramadhan Terancam Insiden Jembatan Mahulu

  • 30 Jan 2026 16:43 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur, Yusliando, mengingatkan pentingnya keselamatan infrastruktur transportasi menyusul insiden berulangnya Jembatan Mahulu ditabrak tongkang bermuatan batubara.

Kejadian itu terjadi tiga kali dalam kurang dari satu bulan, dan pihaknya menekankan hal ini bisa berdampak pada kelancaran arus logistik, terutama menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Menurut Yusliando, jembatan tersebut menjadi jalur vital bagi distribusi barang ke Kota Samarinda dan daerah pedalaman, termasuk kawasan hutan.

“Arus logistik akan meningkat signifikan pada bulan Ramadhan dan Lebaran, sehingga keselamatan jembatan dan kelancaran distribusi menjadi prioritas,” ujarnya, dalam acara Halo RRI, Jum’at 30 Januari 2026.

Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Perhubungan telah melakukan pembatasan kendaraan berat melintasi Jembatan Mahulu, sementara pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melakukan pemeriksaan struktural lanjutan untuk memastikan jembatan tetap aman digunakan. Langkah ini diambil untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan mengurangi risiko kecelakaan.

Selain itu, pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Samarinda terus mengatur lalu lintas kapal di alur Sungai Mahakam, agar insiden serupa tidak terulang.

Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kelancaran distribusi logistik harus dijaga, terutama menjelang momentum penting seperti Ramadan dan Lebaran, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....