Karhutla di Teluk Bayur Berau Hanguskan Empat Hektare Lahan dan Tiga Rumah

  • 08 Jun 2026 05:39 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, menghanguskan sekitar empat hektare lahan serta tiga unit rumah warga pada Minggu 7 Juni 2026.

Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 10.50 WITA. Selain menyebabkan kerusakan lahan dan bangunan, insiden itu juga mengakibatkan satu warga mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Laporan dari Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, menyampaikan bahwa korban terdampak bernama Moh. Syamsul Arifin. Hingga laporan diterima, korban masih dalam kondisi belum sadar dan menjalani perawatan medis.

Berdasarkan hasil laporan sementara Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Kabupaten Berau, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan yang dilakukan dengan cara membakar.

Setelah menerima laporan dari masyarakat melalui sambungan telepon, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Berau, H. Masyhadi Muhdi, langsung menginstruksikan jajaran Bidang Kedaruratan dan Logistik untuk berkoordinasi dengan TRC-PB guna melakukan pengecekan lapangan sekaligus pemadaman, ujarnya.

Tim gabungan yang diterjunkan ke lokasi terdiri dari unsur TRC-PB BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, KPHP Berau Barat, Manggala Agni, PT Berau Coal, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga setempat yang turut membantu proses pemadaman.

Untuk mendukung operasi penanganan karhutla, sejumlah armada dikerahkan ke lokasi kejadian. Di antaranya satu unit kendaraan Dalkarhutla BPBD, satu unit water supply BPBD, satu unit Hilux, satu unit kendaraan peralatan, satu unit water supply Disdamkar, satu unit Dalkarhutla KPHP, satu unit Triton PT Berau Coal, satu unit L300 Manggala Agni, serta satu unit ambulans kampung.

Petugas berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke wilayah permukiman maupun kawasan hutan di sekitar lokasi kejadian. Upaya tersebut dilakukan secara terpadu oleh seluruh unsur yang terlibat di lapangan.

Meski demikian, proses penanganan masih menghadapi sejumlah kendala. Tim gabungan mengungkapkan keterbatasan armada pemadaman khusus karhutla serta kurangnya personel menjadi tantangan dalam operasi pengendalian kebakaran, katanya.

BPBD Kabupaten Berau mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang meluas, mengancam keselamatan warga, serta menimbulkan kerugian lingkungan dan ekonomi yang besar. Pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi karhutla pada musim kemarau tahun ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....