Disdag Samarinda Beberkan Kendala Penataan Pasar Pagi
- 23 Jan 2026 19:19 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Nurrahmani, mengungkapkan progres penataan tahap pertama Pasar Pagi sudah mencapai 1.662 kios dari total 1.804 kios. Sisanya masih dalam proses pembenahan dan penyesuaian data.
Nurrahmani menjelaskan, salah satu kendala utama adalah persoalan zonasi pedagang. Masih ditemukan pedagang yang jenis dagangannya tidak sesuai dengan zona yang ditetapkan.
“Tidak mungkin orang jual konveksi kita taruh di zona buah. Kalau salah, ya harus kita betulkan,” katanya di Kantor DPRD Kota Samarinda, pada Jumat, 23 Januari 2026.
Selain itu, pemerintah juga sedang menertibkan pedagang grosir agar dipindahkan ke lantai atas sesuai arahan Wali Kota. Langkah ini dilakukan agar pedagang eceran tidak dirugikan dari sisi akses dan keramaian pembeli.
Nurrahmani mengakui, perubahan data pedagang juga menjadi tantangan tersendiri. Ada pedagang yang dulu tercatat menjual buah, tetapi dalam dua tahun terakhir beralih ke konveksi, sehingga harus disesuaikan kembali.
Menurut Nurrahmani, aplikasi yang digunakan saat ini juga belum sempurna. Hal itu menyebabkan masih sering terjadi koreksi dan penyesuaian posisi kios.
“Jujur kami akui, aplikasi ini memang masih banyak kekurangan,” ujarnya.
Nurrahmani menargetkan proses tahap pertama bisa segera diselesaikan. Namun, Nurrahmani menegaskan, penyelesaian pendaftaran tetap harus melihat kondisi di lapangan dan tidak bisa dipaksakan.
Sambil menyelesaikan tahap pertama, Disdag memastikan tetap menyiapkan data untuk tahap kedua. Proses sinkronisasi data, kata dia, terus berjalan secara paralel.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....