Persoalan Sampah Samarinda Jadi PR Bersama
- 19 Jan 2026 03:59 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Aktivis Lingkungan Khairuniisa Luthfiah, Perwakilan Komunitas Sadar Sampah, menilai persoalan sampah di Kota Samarinda masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama yang tidak dapat diselesaikan dari satu sisi saja. Menurutnya, persoalan tersebut melibatkan perilaku masyarakat, sistem pengelolaan, serta kebijakan pemerintah daerah.
“Kalau menurut aku masih di ketiganya. Kita punya PR di perilaku masyarakat. Tapi sebenarnya di tiga itu kita tidak bisa mengotak-kotakkan. Mereka bertiga masih punya PR dan tanggung jawab masing-masing,” kata Khairunnisa saat dialog bersama Pro2 Samarinda, Jumat 16 Januari 2026.
Ia menjelaskan, dari sisi masyarakat sudah terlihat adanya upaya pengelolaan sampah, salah satunya melalui keberadaan bank sampah. Selain itu, berbagai komunitas juga aktif melakukan edukasi dan kampanye secara masif.
Baca juga: Aktivis Nilai Samarinda Sudah Masuk Darurat Sampah
“Di masyarakat kita sudah bisa melihat ada upaya lewat bank sampah. Teman-teman komunitas juga sudah banyak melakukan edukasi dan kampanye. Tapi masyarakat tidak bisa bergerak sendirian kalau tidak dibantu pihak lain, dalam hal ini pemerintah dan sistem yang regulasinya jelas,” katanya, menambahkan.
Khairuniisa menambahkan, kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah saat ini belum sepenuhnya menyeluruh.
“Sekarang masyarakat itu bisa dibilang belum sepenuhnya sadar akan sampah. Sebagian sudah ada, tapi apakah sudah menyeluruh? Itu masih jadi PR untuk memasifkan edukasi,” ujarnya.
Selain itu, Anggota WCD Kaltim ini menyoroti implementasi kebijakan yang dinilai masih perlu diperkuat, termasuk pengawasan terhadap regulasi yang telah ada.
“Regulasinya sebenarnya sudah ada, tapi bagaimana dengan implementasinya? Apakah sudah tegas dilakukan? Pengawasannya seperti apa? Apakah sudah jelas dan berjalan?” katanya.
Menurutnya, fasilitas pendukung dari pemerintah juga masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah, khususnya terkait sistem pengangkutan sampah terpilah.
“Masyarakat sudah membuang sampah secara terpilah. Kita sering lihat tempat sampah di Samarinda ada tiga warna, merah, kuning, dan hijau. Tapi apakah sistem pengangkutan sampahnya juga terpisah, atau akhirnya jadi satu warna saja?” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....